alexametrics

Review Film Coco

loading...
Review Film Coco
Coco berkisah tentang ikatan kuat keluarga dan usaha keras untuk mewujudkan mimpi. Tapi, pada akhirnya, impian itu bukan apa-apa dibandingkan keluarga. (disruptordaily)
A+ A-
JAKARTA - Mencari tontonan anak bermutu saat ini memang sulit. Tak jarang, anak pun terpaksa menonton tontonan yang tidak sesuai usia mereka saat ini sehingga efeknya pun tak terlalu baik bagi perkembangan mereka.

Meski begitu, jika Anda teliti, maka masih ada tontonan yang sesuai usia anak Anda tersedia di bioskop kesayangan Anda. Salah satunya adalah film terbaru produksi Disney—Pixar ini.

Berjudul Coco, film animasi terbaru Disney—Pixar ini adalah salah satu tontonan yang layak Anda nikmati bersama keluarga Anda pada akhir pekan ini. Film yang disutradarai Lee Unkrich ini mulai tayang di bioskop hari ini, Jumat (24/11/2017).

Coco berkisah tentang keluarga Rivera di Meksiko. Mereka sehari-hari hidup sebagai tukang sepatu yang cukup terkenal di negara itu. Meski begitu, salah satu anggota keluarga tersebut, Miguel (Anthony Gonzalez), tidak ingin menjadi tukang sepatu dan ingin mewujudkan impiannya menjadi penyanyi terkenal.

Sayang, keinginan Miguel yang berusia 12 tahun itu ditentang keluarga besarnya. Sudah lama keluarga Rivera melarang musik di tengah keluarga tersebut setelah kakek buyutnya meninggalkan keluarga demi musik. Tapi, Miguel bertekad mewujudkan impiannya tersebut agar bisa menjadi seperti idolanya, Ernesto de la Cruz (Benjamin Bratt).

Saat perayaan Día de los Muertos, Miguel pergi ke pemakaman dan berusaha mencuri gitar Ernesto untuk membuktikan bakat musiknya. Tak disangka, dia seperti terkena kutukan dan bertemu sejumlah keluarganya yang sudah meninggal, termasuk nenek buyutnya, Imelda (Alanna Ubach).

Bersama Imelda dan sejumlah anggota keluarga Rivera yang sudah meninggal, Miguel diajak ke Dunia Orang Mati (Land of the Dead). Di sana, dia bertemu seorang penipu bernama Hector (Gael García Bernal as Hector) yang tidak bisa menyeberang ke Dunia Orang Hidup karena tidak seorang pun mampu mengingatnya.
halaman ke-1 dari 3
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top