9 Film Live Action Video Game Paling Enggak Laku Sepanjang Masa
Selasa, 05 Desember 2023 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
Sutradara Uwe Boll telah mengadaptasi sejumlah video game menjadi film. Far Cry adalah film action Inggris-Jerman yang diangkat dari franchise game action yang dirilis pada 2004. Film itu berkisah tentang seorang tentara pasukan khusus yang disewa seorang jurnalis untuk membawanya ke pulau terpencil demi mengumpulkan informasi tentang mutan. Misi mereka terhambat ketika jurnalis itu diculik dan tentara itu harus menyelamatkannya.
Far Cry tidak mendapatkan respons hangat dari para kritikus. Audiens lebih menerima dengan menyebutnya sebagai penggambaran menghibur dari franchise video game. Tapi, film itu gagal di box office dengan hanya meraup USD743.634 dari anggaran USD30 juta.
![9 Film Live Action Video Game Paling Enggak Laku Sepanjang Masa]()
Foto: Prime Video
DOA: Dead or Alive diadaptasi dari video game perkelahian populer. Film ini mengisahkan tentang para petarung terbaik dunia pergi untuk berpartisipasi dalam kompetisi bela diri. Empat petarung cewek memulai kompetisi itu sebagai pesaing dengan berbagai alasan berbeda untuk ikut serta. Tapi, mereka akhirnya bekerja sama untuk mengatasi ancaman tak terduga terhadap kompetisi itu.
Film ini mendapatkan ulasan mixed dari para kritikus, dengan banyak di antara mereka yang menyebut plotnya mengerikan dan mengkritik adegan aksinya. Tapi, sejumlah kritikus memuji film itu sebagai film action menghibur dan kocak. Meski begitu, tetap saja film ini tidak laku di box office dengan hanya meraup USD7,7 juta dari anggaran USD30 juta.
![9 Film Live Action Video Game Paling Enggak Laku Sepanjang Masa]()
Foto: Movies Anywhere
Franchise Doom adalah salah satu video game tembak-tembakan terpopuler sepanjang masa. Filmnya mengisahkan tentang sekelompok Marinir Angkasa dikirim ke Mars untuk menginvestigasi kejadian aneh di fasilitas riset mereka. Grup itu segera menemukan kalau riset dan nyawa mereka terancam akibat mesin pembunuh yang ditingkatkan secara genetis. Benda itu mengancam menghancurkan dunia mereka.
Doom adalah salah satu film di awal karier akting Dwayne Johnson. Tapi, film itu direspons secara negatif oleh para kritikus akibat kurangnya pengembangan karakter dan cerita yang membingungkan. Akibatnya, film itu hanya meraup USD58,7 juta di box office dari anggaran produksi USD70 juta. Tapi, co-creator Doom, John Carmack, mengungkapkan kesukaannya pada film itu dan menyebutnya sebagai film action solid.
![9 Film Live Action Video Game Paling Enggak Laku Sepanjang Masa]()
Foto: Ultimate Action Movie Club
Double Dragon diangkat dari arcade game populer. Film ini berkisah tentang dua kakak beradik, Billy dan Jimmy Lee, yang tinggal di Los Angeles. Kota itu telah dibanjiri kabut asam dan gembong narkoba. Mereka punya separuh bagian jimat China kuno dan separuhnya lagi dipunyai seorang miliarder jahat. Miliarder itu berencana merebut separuh bagian jimat itu sementara dua kakak beradik itu berjuang menyelamatkan kota.
Double Dragon mendapatkan review jelek dari kritikus. Film ini dikritik atas akting, lini cerita, dan dialognya. Film itu hanya meraup USD4,2 juta dari anggaran USD7,8 juta. Dalam beberapa tahun terakhir, film itu dianggap penonton sebagai film klasik berkat akting, adegan aksi, dan efek khusus berlebihannya.
Far Cry tidak mendapatkan respons hangat dari para kritikus. Audiens lebih menerima dengan menyebutnya sebagai penggambaran menghibur dari franchise video game. Tapi, film itu gagal di box office dengan hanya meraup USD743.634 dari anggaran USD30 juta.
6. DOA: Dead or Alive — 2006

Foto: Prime Video
DOA: Dead or Alive diadaptasi dari video game perkelahian populer. Film ini mengisahkan tentang para petarung terbaik dunia pergi untuk berpartisipasi dalam kompetisi bela diri. Empat petarung cewek memulai kompetisi itu sebagai pesaing dengan berbagai alasan berbeda untuk ikut serta. Tapi, mereka akhirnya bekerja sama untuk mengatasi ancaman tak terduga terhadap kompetisi itu.
Film ini mendapatkan ulasan mixed dari para kritikus, dengan banyak di antara mereka yang menyebut plotnya mengerikan dan mengkritik adegan aksinya. Tapi, sejumlah kritikus memuji film itu sebagai film action menghibur dan kocak. Meski begitu, tetap saja film ini tidak laku di box office dengan hanya meraup USD7,7 juta dari anggaran USD30 juta.
5. Doom — 2005

Foto: Movies Anywhere
Franchise Doom adalah salah satu video game tembak-tembakan terpopuler sepanjang masa. Filmnya mengisahkan tentang sekelompok Marinir Angkasa dikirim ke Mars untuk menginvestigasi kejadian aneh di fasilitas riset mereka. Grup itu segera menemukan kalau riset dan nyawa mereka terancam akibat mesin pembunuh yang ditingkatkan secara genetis. Benda itu mengancam menghancurkan dunia mereka.
Doom adalah salah satu film di awal karier akting Dwayne Johnson. Tapi, film itu direspons secara negatif oleh para kritikus akibat kurangnya pengembangan karakter dan cerita yang membingungkan. Akibatnya, film itu hanya meraup USD58,7 juta di box office dari anggaran produksi USD70 juta. Tapi, co-creator Doom, John Carmack, mengungkapkan kesukaannya pada film itu dan menyebutnya sebagai film action solid.
4. Double Dragon — 1994

Foto: Ultimate Action Movie Club
Double Dragon diangkat dari arcade game populer. Film ini berkisah tentang dua kakak beradik, Billy dan Jimmy Lee, yang tinggal di Los Angeles. Kota itu telah dibanjiri kabut asam dan gembong narkoba. Mereka punya separuh bagian jimat China kuno dan separuhnya lagi dipunyai seorang miliarder jahat. Miliarder itu berencana merebut separuh bagian jimat itu sementara dua kakak beradik itu berjuang menyelamatkan kota.
Double Dragon mendapatkan review jelek dari kritikus. Film ini dikritik atas akting, lini cerita, dan dialognya. Film itu hanya meraup USD4,2 juta dari anggaran USD7,8 juta. Dalam beberapa tahun terakhir, film itu dianggap penonton sebagai film klasik berkat akting, adegan aksi, dan efek khusus berlebihannya.
Lihat Juga :