Tekan Angka Kasus Kanker Serviks, Kemenkes RI Siapkan 3 Program Eliminasi Ini
Minggu, 17 Desember 2023 - 08:14 WIB
loading...
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam acara Launching Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim di Djakarta Theatre, Sabtu (16/12/2023). Foto/MPI/Devi Pattricia
A
A
A
JAKARTA - Kanker serviks menjadi penyakit yang mengancam nyawa sebagian besar perempuan di Indonesia. Angka kasus kanker serviks di Tanah Air per tahun tercatat mencapai sebanyak 38 ribu. Dari angka tersebut, mayoritas telah memasuki stadium lanjut yang cukup sulit ditangani.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, diperlukan berbagai program untuk menekan angka kasus kanker serviks di Indonesia, salah satunya dengan terapi. Bagi perempuan yang terkena kanker serviks dengan stadium awal, masih ada kemungkinan untuk sembuh apabila menjalani rangkaian terapi secara rutin.
“Stadium lanjut di Indonesia masih 70%. Tapi untuk penyakit kanker kalau masih stadium dini itu dengan teknologi medis sekarang, 80-90% sembuh kembali,” kata Menkes Budi dalam acara Launching Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim di Djakarta Theatre, Sabtu (16/12/2023).
Baca Juga: Gejala dan Cara Mengatasi Kecanduan Makanan, Picu Obesitas hingga Diabetes
Khusus untuk kanker serviks, terapi yang diberikan berupa terapi radiasi pada bagian dalam yakni rahim dan juga bagian luar tubuh. Kemenkes juga berencana untuk melengkapi seluruh rumah sakit provinsi di Indonesia dengan alat-alat radiasi sebagai rangkaian perawatan untuk pasien kanker jenis apa pun.
“Kami akan melengkapi 10.000 puskesmas Indonesia dengan alat yang namanya thermal ablasi. Alat ini mudah, bisa dipakai oleh dokter umum. Jadi kalau ada deteksi positif dan dilihat ada lesinya, bisa langsung diterapi atau dirawat di puskesmas,” jelas Budi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, diperlukan berbagai program untuk menekan angka kasus kanker serviks di Indonesia, salah satunya dengan terapi. Bagi perempuan yang terkena kanker serviks dengan stadium awal, masih ada kemungkinan untuk sembuh apabila menjalani rangkaian terapi secara rutin.
“Stadium lanjut di Indonesia masih 70%. Tapi untuk penyakit kanker kalau masih stadium dini itu dengan teknologi medis sekarang, 80-90% sembuh kembali,” kata Menkes Budi dalam acara Launching Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim di Djakarta Theatre, Sabtu (16/12/2023).
Baca Juga: Gejala dan Cara Mengatasi Kecanduan Makanan, Picu Obesitas hingga Diabetes
Khusus untuk kanker serviks, terapi yang diberikan berupa terapi radiasi pada bagian dalam yakni rahim dan juga bagian luar tubuh. Kemenkes juga berencana untuk melengkapi seluruh rumah sakit provinsi di Indonesia dengan alat-alat radiasi sebagai rangkaian perawatan untuk pasien kanker jenis apa pun.
“Kami akan melengkapi 10.000 puskesmas Indonesia dengan alat yang namanya thermal ablasi. Alat ini mudah, bisa dipakai oleh dokter umum. Jadi kalau ada deteksi positif dan dilihat ada lesinya, bisa langsung diterapi atau dirawat di puskesmas,” jelas Budi.
Lihat Juga :