Di Rumah Saja, Anak Harus Tetap Aktif
Senin, 10 Agustus 2020 - 14:45 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Wabah virus corona membuat anak-anak menjadi kurang kesempatan untuk bermain dan belajar secara bebas, kurang dapat bersosialisasi bersama teman-teman, dan belum lagi banyaknya beban aktivitas sekolah dari rumah secara online.
Anak-anak pun mau tak dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan keadaan pandemi. Orang tua pun dituntut menyesuaikan diri untuk menjalankan berbagai peran sekaligus yaitu menjadi orangtua, guru, juga sekaligus teman bermain anak.
Menyikapi hal ini, dr. Annisa Rahmania Yulman, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RSUI mengatakan, meski anak di rumah saja namun mereka harus tetap aktif. Hal ini untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan mereka agar tetap optimal. (Baca: Asam Folat vs Folat, Apa Bedanya?)
“Sedentary lifestyle harus dihindari, harus istirahat cukup dan walaupun di rumah aja, penggunaan gadget harus bijak walaupun sekolah pun juga menggunakan gadget. Orang tua harus mempunyai dalih dan strategi untuk mengatur screen time anak,” ujar dokter yang akrab disapa dr. Ninis ini. dalam seminar awam bulanan yang dilaksanakan secara virtual bertajuk Bicara Sehat Ke-21: Menjaga Anak Tetap Ceria di era Adaptasi Kebiasaan Baru yang digelar RSUI.
Screen time untuk anak 0-1 tahun adalah zero atau nol. Tidak boleh ada screen time untuk anak 0-1 tahun. Sedangkan untuk anak di atas usia 1-2 tahun, orang dewasa harus selalu mendampingi anak-anak dalam memanfaatkan gawainya. Beberapa tanda-tanda anak yang adiksi gawai perlu diwaspadai, seperti anak sulit konsentrasi, mudah tantrum, dan sejenisnya.
Dr. Ninis juga menyampaikan bahwa untuk mencapai kualitas kehidupan yang baik dan aktif, anak diharuskan melakukan aktivitas fisik selama waktu tertentu yang berbeda untuk setiap umurnya. Dalam sehari, minimal selama 30 menit aktifitas fisik dianjurkan untuk 0-1 tahun, 180 menit anak umur 1-2 tahun dan umur 3-4 tahun. Tentunya, intensitas beratnya aktivitas untuk anak usia 1-2 tahun dan 3-4 tahun berbeda. (Baca juga: Anies Baswedan Bikin Keok Kang Emil, Ganjar dan Khofifah)
Dikatakan Ns. Mila Sri Wardani, Sarjana Keperawatan, masa usia dini disebut juga masa keemasan atau golden years yang menyebabkan si kecil mulai peka menerima berbagai macam rangsangan. Orang tua harus sering merangsang anak-anak ini selama usia emasnya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Anak-anak pun mau tak dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan keadaan pandemi. Orang tua pun dituntut menyesuaikan diri untuk menjalankan berbagai peran sekaligus yaitu menjadi orangtua, guru, juga sekaligus teman bermain anak.
Menyikapi hal ini, dr. Annisa Rahmania Yulman, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RSUI mengatakan, meski anak di rumah saja namun mereka harus tetap aktif. Hal ini untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan mereka agar tetap optimal. (Baca: Asam Folat vs Folat, Apa Bedanya?)
“Sedentary lifestyle harus dihindari, harus istirahat cukup dan walaupun di rumah aja, penggunaan gadget harus bijak walaupun sekolah pun juga menggunakan gadget. Orang tua harus mempunyai dalih dan strategi untuk mengatur screen time anak,” ujar dokter yang akrab disapa dr. Ninis ini. dalam seminar awam bulanan yang dilaksanakan secara virtual bertajuk Bicara Sehat Ke-21: Menjaga Anak Tetap Ceria di era Adaptasi Kebiasaan Baru yang digelar RSUI.
Screen time untuk anak 0-1 tahun adalah zero atau nol. Tidak boleh ada screen time untuk anak 0-1 tahun. Sedangkan untuk anak di atas usia 1-2 tahun, orang dewasa harus selalu mendampingi anak-anak dalam memanfaatkan gawainya. Beberapa tanda-tanda anak yang adiksi gawai perlu diwaspadai, seperti anak sulit konsentrasi, mudah tantrum, dan sejenisnya.
Dr. Ninis juga menyampaikan bahwa untuk mencapai kualitas kehidupan yang baik dan aktif, anak diharuskan melakukan aktivitas fisik selama waktu tertentu yang berbeda untuk setiap umurnya. Dalam sehari, minimal selama 30 menit aktifitas fisik dianjurkan untuk 0-1 tahun, 180 menit anak umur 1-2 tahun dan umur 3-4 tahun. Tentunya, intensitas beratnya aktivitas untuk anak usia 1-2 tahun dan 3-4 tahun berbeda. (Baca juga: Anies Baswedan Bikin Keok Kang Emil, Ganjar dan Khofifah)
Dikatakan Ns. Mila Sri Wardani, Sarjana Keperawatan, masa usia dini disebut juga masa keemasan atau golden years yang menyebabkan si kecil mulai peka menerima berbagai macam rangsangan. Orang tua harus sering merangsang anak-anak ini selama usia emasnya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Lihat Juga :