Tentara Israel Diserang Infeksi Jamur Mematikan di Jalur Gaza, Ahli Kesehatan Beri Peringatan
Jum'at, 29 Desember 2023 - 19:03 WIB
loading...
Tentara Israel dikabarkan terinfeksi jamur berbahaya saat menyerang Hamas di Jalur Gaza. Foto/ timesofisrael.
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah tentara Israel dikabarkan terinfeksi jamur berbahaya saat menyerang Hamas di Jalur Gaza. Penyakit itu pun dikhawatirkan menyebar ke warga sipil Israel.
Dilansir The Times Israel, Jumat (29/12/2023), menurut laporan lembaga penyiaran publik Kan, tentara Israel dibawa ke Pusat Medis Assuta Ashdod pada dua minggu lalu dengan luka anggota tubuh yang parah. Bahkan ada yang meninggal dunia.
Baca Juga: 5 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi dari Bayam dan Manfaatnya
Pejabat medis militer pun belum mengetahui penyebab kematiannya, namun mengonfirmasi bahwa ada beberapa kasus infeksi jamur di antara tentara terluka yang kembali dari Gaza.
Pakar sipil yang berbicara dengan The Times of Israel memperingatkan bahwa kasus-kasus infeksi jamur berpotensi mematikan.
“Semua rumah sakit Israel telah melaporkan bahwa sebagian besar tentara yang terluka kembali menderita infeksi serius yang resisten terhadap antimikroba yang mereka dapatkan melalui kontak dengan tanah yang terkontaminasi, dan beberapa faktor lainnya,” kata ahli epidemiologi yang mengepalai Ben-Gurion, Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Negev, Prof. Nadav Davidovitch.
Dilansir The Times Israel, Jumat (29/12/2023), menurut laporan lembaga penyiaran publik Kan, tentara Israel dibawa ke Pusat Medis Assuta Ashdod pada dua minggu lalu dengan luka anggota tubuh yang parah. Bahkan ada yang meninggal dunia.
Baca Juga: 5 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi dari Bayam dan Manfaatnya
Pejabat medis militer pun belum mengetahui penyebab kematiannya, namun mengonfirmasi bahwa ada beberapa kasus infeksi jamur di antara tentara terluka yang kembali dari Gaza.
Pakar sipil yang berbicara dengan The Times of Israel memperingatkan bahwa kasus-kasus infeksi jamur berpotensi mematikan.
“Semua rumah sakit Israel telah melaporkan bahwa sebagian besar tentara yang terluka kembali menderita infeksi serius yang resisten terhadap antimikroba yang mereka dapatkan melalui kontak dengan tanah yang terkontaminasi, dan beberapa faktor lainnya,” kata ahli epidemiologi yang mengepalai Ben-Gurion, Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Negev, Prof. Nadav Davidovitch.
Lihat Juga :