10 Makanan Pereda Sakit Perut, Pepaya Buang Racun dalam Tubuh
Sabtu, 13 Januari 2024 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Gandum membantu melancarkan buang air besar dengan menambah kotoran pada tinja. Serat juga memberi nutrisi pada bakteri baik usus. Menurut American Dietary Guideline (2005), Anda harus mengonsumsi setidaknya 3 ons biji-bijian per hari.
Konsumsilah salmon kecil hasil tangkapan liar, herring, cod, tuna, dan ikan mas untuk mendapatkan jumlah asam lemak omega-3 yang cukup.
![10 Makanan Pereda Sakit Perut, Pepaya Buang Racun dalam Tubuh]()
Timol, kandungan fitokimia dalam jintan merangsang sekresi enzim, asam, dan empedu untuk meningkatkan pencernaan. Minyak esensial, natrium, dan magnesium yang terkandung dalam jintan membantu meredakan sakit perut.
Baca Juga: 8 Cara Menyembuhkan Flu Tanpa Obat yang Ampuh Meredakan Gejala
![10 Makanan Pereda Sakit Perut, Pepaya Buang Racun dalam Tubuh]()
Anda bisa membuat ubi yang dihaluskan, dipanggang, atau dipanggang dengan minyak zaitun, garam, dan merica. Anda juga bisa mengganti kentang dengan ubi jalar dalam kari.
4. Pisang
Pisang kaya akan serat (pisang ukuran sedang mengandung sekitar 3 gram serat) dan pektini, yang membantu meningkatkan pergerakan usus dan membantu pencernaan karbohidrat. Pisang juga merupakan makanan rendah GI (membantu menjaga gula darah tetap rendah) yang mudah dikunyah dan juga enak.5. Ikan
Ikan air dingin sangat unggulsumber asam lemak omega-3 yang membantu mengurangi peradangan pada lambung atau dinding usus besar. Hal ini, pada gilirannya, dapat berkontribusi untuk meningkatkan pencernaan dan pergerakan usus.Konsumsilah salmon kecil hasil tangkapan liar, herring, cod, tuna, dan ikan mas untuk mendapatkan jumlah asam lemak omega-3 yang cukup.
6. Jahe
Jahe biasa digunakan dalam makanan, juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Selama ribuan tahun, jahe telah digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati pilek, batuk, peradangan, mual, dan gangguan pencernaan. Jahe dipercaya memiliki efek positif pada enzim yang membantu memecah lemak dan protein.
7. Jintan
Jintan banyak digunakan di banyak masakan sebagai bahan penyedap. Namun jinten juga memiliki sifat antioksidan, antimikroba, antidiabetes, antikanker, dan antiepilepsi. Jinten bertindak sebagai stimulan nafsu makan dan membantu meringankan disentri dan diare.Timol, kandungan fitokimia dalam jintan merangsang sekresi enzim, asam, dan empedu untuk meningkatkan pencernaan. Minyak esensial, natrium, dan magnesium yang terkandung dalam jintan membantu meredakan sakit perut.
Baca Juga: 8 Cara Menyembuhkan Flu Tanpa Obat yang Ampuh Meredakan Gejala
8. Bit
Sayuran manis berwarna merah plum ini memiliki sifat anti inflamasi dan antioksidan yang membantu mencegah gangguan inflamasi pada sistem pencernaan dan juga mengeluarkan racun. Bit juga merangsang produksi empedu, yang meningkatkan pencernaan, dan bahkan pencernaan lemak. Masukkan bit ke dalam salad, rebus, atau panggang keripik bit.
9. Ubi Jalar
Ubi jalar kaya akan serat makanan yang membantu pergerakan usus dan penyerapan nutrisi, juga merangsang sintesis sel-sel di usus yang meningkatkan aktivitas enzim pencernaan di usus besar.Anda bisa membuat ubi yang dihaluskan, dipanggang, atau dipanggang dengan minyak zaitun, garam, dan merica. Anda juga bisa mengganti kentang dengan ubi jalar dalam kari.
10. Apel
Apel kaya akan vitamin, mineral, dan serat makanan. Mereka juga memiliki sifat antioksidan yang membantu mengurangi kerusakan oksidatif dan peradangan pada organ pencernaan. Pektin yang ada dalam apel juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik usus, yang juga membantu melancarkan pencernaan.(tdy)
Lihat Juga :