Studi: Kurang Tidur Sebabkan Tidak Bahagia dan Cemas
Sabtu, 13 Januari 2024 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
“Studi ini mewakili sintesis paling komprehensif dari penelitian eksperimental tentang tidur dan emosi hingga saat ini, dan memberikan bukti kuat bahwa periode terjaga yang diperpanjang, durasi tidur yang lebih pendek, dan terbangun di malam hari berdampak buruk pada fungsi emosional manusia,” tambahnya.
Tim menganalisis data dari 154 penelitian selama lima dekade, dengan total peserta 5.715. Dalam semua penelitian tersebut, peneliti mengganggu tidur partisipan selama satu malam atau lebih. Dalam beberapa percobaan, peserta tetap terjaga untuk waktu yang lama.
Di negara lain, mereka diperbolehkan tidur lebih pendek dari biasanya, dan di negara lain mereka dibangunkan secara berkala sepanjang malam. Setiap penelitian juga mengukur setidaknya satu variabel yang berhubungan dengan emosi setelah manipulasi tidur, seperti suasana hati peserta yang dilaporkan sendiri, respons mereka terhadap rangsangan emosional, dan ukuran gejala depresi dan kecemasan.
Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa ketiga jenis kurang tidur mengakibatkan lebih sedikit emosi positif. Seperti kegembiraan, kebahagiaan dan kepuasan di antara peserta, serta peningkatan gejala kecemasan seperti detak jantung yang cepat dan peningkatan rasa khawatir.
Baca Juga: Manfaat Tidur Pisah Ranjang dengan Pasangan, Bisa Meningkatkan Keintiman
“Hal ini terjadi bahkan setelah kurang tidur dalam waktu singkat, seperti begadang satu atau dua jam lebih lambat dari biasanya atau setelah kurang tidur beberapa jam saja,” jelas Palmer.
Tim menganalisis data dari 154 penelitian selama lima dekade, dengan total peserta 5.715. Dalam semua penelitian tersebut, peneliti mengganggu tidur partisipan selama satu malam atau lebih. Dalam beberapa percobaan, peserta tetap terjaga untuk waktu yang lama.
Di negara lain, mereka diperbolehkan tidur lebih pendek dari biasanya, dan di negara lain mereka dibangunkan secara berkala sepanjang malam. Setiap penelitian juga mengukur setidaknya satu variabel yang berhubungan dengan emosi setelah manipulasi tidur, seperti suasana hati peserta yang dilaporkan sendiri, respons mereka terhadap rangsangan emosional, dan ukuran gejala depresi dan kecemasan.
Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa ketiga jenis kurang tidur mengakibatkan lebih sedikit emosi positif. Seperti kegembiraan, kebahagiaan dan kepuasan di antara peserta, serta peningkatan gejala kecemasan seperti detak jantung yang cepat dan peningkatan rasa khawatir.
Baca Juga: Manfaat Tidur Pisah Ranjang dengan Pasangan, Bisa Meningkatkan Keintiman
“Hal ini terjadi bahkan setelah kurang tidur dalam waktu singkat, seperti begadang satu atau dua jam lebih lambat dari biasanya atau setelah kurang tidur beberapa jam saja,” jelas Palmer.
Lihat Juga :