Studi: Kurang Tidur Sebabkan Tidak Bahagia dan Cemas
Sabtu, 13 Januari 2024 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
“Kami juga menemukan bahwa kurang tidur meningkatkan gejala kecemasan dan menumpulkan gairah sebagai respons terhadap rangsangan emosional,” lanjutnya.
Temuan untuk gejala depresi lebih kecil dan kurang konsisten, begitu pula dengan emosi negatif seperti kesedihan, kekhawatiran, dan stres. Salah satu keterbatasan penelitian ini adalah mayoritas pesertanya adalah orang dewasa muda dengan usia rata-rata adalah 23 tahun.
Penelitian di masa depan harus mencakup sampel usia yang lebih beragam untuk lebih memahami bagaimana kurang tidur mempengaruhi orang-orang pada usia yang berbeda, menurut para peneliti.
Baca Juga: Waspadai Kurang Tidur di Usia 30-an, Bisa Pengaruhi Daya Ingat
Temuan untuk gejala depresi lebih kecil dan kurang konsisten, begitu pula dengan emosi negatif seperti kesedihan, kekhawatiran, dan stres. Salah satu keterbatasan penelitian ini adalah mayoritas pesertanya adalah orang dewasa muda dengan usia rata-rata adalah 23 tahun.
Penelitian di masa depan harus mencakup sampel usia yang lebih beragam untuk lebih memahami bagaimana kurang tidur mempengaruhi orang-orang pada usia yang berbeda, menurut para peneliti.
Baca Juga: Waspadai Kurang Tidur di Usia 30-an, Bisa Pengaruhi Daya Ingat
(dra)
Lihat Juga :