Waspada Penyakit Ginjal Kronis Akibat Diabetes, Terapi Obat Ini Bantu Perburukan Kondisi Pasien
Senin, 15 Januari 2024 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Untuk bantu mengatasi inflamasi dan fibriosis di ginjal, Bayer Indonesia meluncurkan obat Finerenone. Obat ini diklaim mampu mencegah munculnya inflamasi dan fibrosis sebagai faktor utama kerusakan struktur permanen pada ginjal yang berujung gagal ginjal dan cuci darah bagi pasien PGK dengan diabetes tipe 2.
Berdasarkan penelitian American Society of Nephrology (ASN) Kidney Week 2021, terapi dengan Finerenone mampu menurunkan risiko progresi PGK pada pasien diabetes tipe 2, serta menunjukkan penurunan kebutuhan dialisis sebesar 36%.
“Finerenone dari Bayer merupakan pengobatan inovatif yang disetujui secara global dan Indonesia untuk mengatasi tingginya risiko perburukan ginjal pada pasien PGK dengan diabetes tipe 2. Obat ini secara khusus menargetkan penurunan risiko inflamasi dan fibrosis, yang menjadi keunggulan utama pengobatan ini, khususnya bagi pasien PGK dengan diabetes tipe 2,” kata Dr. Dewi Muliatin Santoso, Head of Medical Dept. Pharmaceutical Division PT Bayer Indonesia.
Pedoman klinis terbaru untuk manajemen PGK dengan diabetes tipe 2 merekomendasikan kombinasi terapi obat untuk mengurangi risiko secara optimal, yaitu dengan Finerenone.
“Finerenone dari Bayer adalah Mineralocorticoid Receptor Antagonist (MRA) nonsteroid pertama yang disetujui BPOM untuk PGK (dengan albuminuria) yang berhubungan dengan diabetes tipe 2 pada orang dewasa,” ujar Dr. Dewi.
Finerenone bekerja dengan memblokir sekelompok protein, yang disebut reseptor mineralokortikoid. Peningkatan stimulasi reseptor mineralokortikoid diketahui memicu cedera dan peradangan pada ginjal sehingga berperan dalam progresi PGK.
Menurut Dr. Dewi, Finerenone berfungsi menghentikan stimulasi tersebut untuk memperlambat, bahkan mencegah peradangan atau inflamasi, serta fibrosis yang bisa memperparah dan merusak ginjal. Data juga menunjukkan adanya penurunan albumin secara lebih cepat setelah empat bulan mendapatkan terapi menggunakan Finerenone, dan hasilnya pun berdampak jangka panjang pada ginjal.
Berdasarkan penelitian American Society of Nephrology (ASN) Kidney Week 2021, terapi dengan Finerenone mampu menurunkan risiko progresi PGK pada pasien diabetes tipe 2, serta menunjukkan penurunan kebutuhan dialisis sebesar 36%.
“Finerenone dari Bayer merupakan pengobatan inovatif yang disetujui secara global dan Indonesia untuk mengatasi tingginya risiko perburukan ginjal pada pasien PGK dengan diabetes tipe 2. Obat ini secara khusus menargetkan penurunan risiko inflamasi dan fibrosis, yang menjadi keunggulan utama pengobatan ini, khususnya bagi pasien PGK dengan diabetes tipe 2,” kata Dr. Dewi Muliatin Santoso, Head of Medical Dept. Pharmaceutical Division PT Bayer Indonesia.
Pedoman klinis terbaru untuk manajemen PGK dengan diabetes tipe 2 merekomendasikan kombinasi terapi obat untuk mengurangi risiko secara optimal, yaitu dengan Finerenone.
“Finerenone dari Bayer adalah Mineralocorticoid Receptor Antagonist (MRA) nonsteroid pertama yang disetujui BPOM untuk PGK (dengan albuminuria) yang berhubungan dengan diabetes tipe 2 pada orang dewasa,” ujar Dr. Dewi.
Finerenone bekerja dengan memblokir sekelompok protein, yang disebut reseptor mineralokortikoid. Peningkatan stimulasi reseptor mineralokortikoid diketahui memicu cedera dan peradangan pada ginjal sehingga berperan dalam progresi PGK.
Menurut Dr. Dewi, Finerenone berfungsi menghentikan stimulasi tersebut untuk memperlambat, bahkan mencegah peradangan atau inflamasi, serta fibrosis yang bisa memperparah dan merusak ginjal. Data juga menunjukkan adanya penurunan albumin secara lebih cepat setelah empat bulan mendapatkan terapi menggunakan Finerenone, dan hasilnya pun berdampak jangka panjang pada ginjal.
(tsa)
Lihat Juga :