6 Perubahan Pola Makan Ini Bisa Mencegah Kanker, Kurangi Warna Merah dan Perbanyak Hijau

Jum'at, 26 Januari 2024 - 10:07 WIB
loading...
6 Perubahan Pola Makan...
Perubahan pola makan sehat dinilai dapat menurunkan risiko kanker secara signifikan. Foto/ times of india
A A A
JAKARTA – Mencegah kanker l ebih penting dan bisa dilakukan sedini mungkin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pada 2020, kanker merenggut hampir 10 juta nyawa. Lalu bagaimana cara mencegahnya?

Perubahan gaya hidup bisa menjadi kunci. Dikutip times of india, dalam hal ini perubahan pola makan sehat dinilai dapat menurunkan risiko kanker secara signifikan.

Baca Juga: Picu Diabetes, Pemanis Buatan Bukan Pilihan untuk Kendalikan Berat Badan

Berikut perubahan sederhana, namun berdampak pada pola makan Anda yang telah diidentifikasi sebagai pelindung potensial terhadap timbulnya kanker.

Penyesuaian yang dapat dilakukan ini tidak hanya menjanjikan untuk memperkuat tubuh Anda tetapi juga menginspirasi pendekatan proaktif terhadap kesehatan dan kesejahteraan.

Perubahan Pola Makan untuk Mencegah Kanker

1. Kurangi warna merah, perbanyak warna hijau

Nafsu makan karnivora Anda mungkin memerlukan sedikit perubahan. Daging merah, seperti daging domba, mungkin lezat tetapi tidak berlebihan. Terlalu banyak yang dikaitkan dengan kanker kolorektal. Batasi asupan mingguan Anda dan pertimbangkan pilihan yang lebih ramping. Daging olahan harus dikesampingkan agar kesehatan Anda bersinar.

2. Biji-bijian utuh dan polong-polongan

Tingkatkan pola makan Anda dengan memanfaatkan kebaikan biji-bijian dan kacang-kacangan. Pikirkan nasi merah, kacang-kacangan, dan lentil. Ini menghadirkan karbohidrat kompleks, serat, dan fitokimia, menawarkan perlindungan terhadap kanker kolorektal, lambung, dan pankreas. Gantilah biji-bijian olahan dengan biji-bijian utuh dan masukkan kacang-kacangan ke dalam makanan Anda untuk menambah peningkatan kesehatan.

3. Kerenyahan warna-warni

Bayangkan piring Anda sebagai kanvas, dan buah-buahan serta sayuran sebagai guratan cerah dari sebuah mahakarya. Kelezatan kaya nutrisi ini tidak hanya memanjakan mata; mereka sarat dengan vitamin, antioksidan, dan serat.

Usahakan untuk mengonsumsi setidaknya lima porsi sehari dan padukan warnanya untuk mendapatkan palet nutrisi yang beragam. Dari warna merah stroberi hingga hijau bayam, setiap warna memberikan manfaat unik dalam melawan kanker.

4. Omega-3

Saatnya menambahkan sedikit rasa amis dan kerenyahan kacang ke dalam makanan Anda. Ikan berlemak berenang dengan asam lemak omega-3, yang dikenal karena sifat anti-inflamasi dan anti-kankernya. Nikmati setidaknya dua porsi ikan berlemak setiap minggu dan konsumsi segenggam kacang setiap hari untuk pertahanan lezat melawan kanker payudara, prostat, dan kolorektal.

5. Detoksifikasi gula dan garam

Saatnya melakukan detoksifikasi gula dan garam. Penyebabnya dapat memicu penambahan berat badan, tekanan darah tinggi, dan bahkan berperan baik dalam melawan sel kanker. Pertahankan gula tambahan (dari minuman ringan, permen, dan makanan panggang) dan camilan asin hingga kurang dari 10% kalori harian Anda. Selera Anda mungkin menolak pada awalnya, tetapi kesehatan Anda akan berterima kasih pada akhirnya.

Baca Juga: Ibnu Jamil Ucapkan Terima Kasih pada Kirgistan, Antar Timnas Indonesia Lolos 16 Besar

6. Teh hijau

Teh hijau bisa seperti ramuan yang menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Biasakan untuk minum setidaknya tiga cangkir sehari dan hindari gula atau susu. Selera dan sel Anda akan terpesona oleh pertahanan beraroma ini melawan kanker payudara, prostat, lambung, usus besar dan kulit.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Kebiasaan Makan IU Bikin...
Kebiasaan Makan IU Bikin Kaget, Satu Potong Kimbap Dikunyah 30 Menit
Kanker Usus Besar Mulai...
Kanker Usus Besar Mulai Serang Kalangan Anak Muda, Jangan Sepelekan Gejala Ini
Waspada Virus Hanta,...
Waspada Virus Hanta, Menkes Budi Minta Screening ke WHO, Siapkan Rapid Test dan PCR
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
Infografis
Apakah Makan Tempe dan...
Apakah Makan Tempe dan Tahu Bisa Menyebabkan Asam Urat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved