Jaga Kualitas Udara, Warga Jakarta Diajak Setop Bakar Sampah Sembarangan
Rabu, 12 Agustus 2020 - 09:09 WIB
loading...
Masyarakat DKI Jakarta diajak untuk lebih peduli terhadap kualitas udara di Jakarta. / Foto: ilustrasi/SINDOphoto/Adam Erlangga
A
A
A
JAKARTA - Kualitas udara yang buruk tentu memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan . Banyak hal yang menyebabkan kualitas udara menjadi buruk , salah satunya adalah pembakaran sampah domestik secara sembarangan.
(Baca juga: Ini Daftar Nominasi Dahsyatnya Awards 2020 dan Cara Voting )
Beranjak dari hal tersebut, seorang warga Jakarta , Novita Natalia Kusumawardani mengajak masyarakat DKI Jakarta untuk lebih peduli terhadap kualitas udara di Jakarta . Dia pun membuat sebuah petisi di laman change.org untuk mengajak warga ibukota menjaga kualitas udara tempat tinggalnya.
Novita, yang membuat petisi berjudul Kembalikan Langit Biru Jakarta, menyebutkan bahwa dalam kualitas udara yang buruk memengaruhi kesehatan pernapasan, terutama bagi kelompok-kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia. Hal itu dapat memperburuk keadaan dan berpotensi meningkatkan kasus Covid-19 di ibukota.
"Kalau ada satu hal yang kita dapat pelajari dari krisis Covid-19 ini adalah bahwa paru-paru kita penting. Orang-orang dengan paru-paru lemah, akan semakin rentan menjadi korban virus seperti ini," tulis Novita dalam petisi yang telah terkonfirmasi tersebut.
Atas dasar itu, Novita meminta Gubernur DKI, Anies Baswedan untuk lebih tegas lagi dalam mengatasi permasalahan udara di ibukota, terutama terkait pembakaran sampah domestik yang masih banyak ditemukan di Jakarta. "Meskipun Perda No 3 Tahun 2013 sudah mengatur larangan aktivitas pembakaran sampah, namun sayangnya hal tersebut hanya jadi sebatas aturan semata, tidak pernah ada penerapan di lapangan secara nyata," ujar Novita.
(Baca juga: New Normal, Penyandang Diabetes Membutuhkan Terapi Inovatif dan Individual )
(Baca juga: Ini Daftar Nominasi Dahsyatnya Awards 2020 dan Cara Voting )
Beranjak dari hal tersebut, seorang warga Jakarta , Novita Natalia Kusumawardani mengajak masyarakat DKI Jakarta untuk lebih peduli terhadap kualitas udara di Jakarta . Dia pun membuat sebuah petisi di laman change.org untuk mengajak warga ibukota menjaga kualitas udara tempat tinggalnya.
Novita, yang membuat petisi berjudul Kembalikan Langit Biru Jakarta, menyebutkan bahwa dalam kualitas udara yang buruk memengaruhi kesehatan pernapasan, terutama bagi kelompok-kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia. Hal itu dapat memperburuk keadaan dan berpotensi meningkatkan kasus Covid-19 di ibukota.
"Kalau ada satu hal yang kita dapat pelajari dari krisis Covid-19 ini adalah bahwa paru-paru kita penting. Orang-orang dengan paru-paru lemah, akan semakin rentan menjadi korban virus seperti ini," tulis Novita dalam petisi yang telah terkonfirmasi tersebut.
Atas dasar itu, Novita meminta Gubernur DKI, Anies Baswedan untuk lebih tegas lagi dalam mengatasi permasalahan udara di ibukota, terutama terkait pembakaran sampah domestik yang masih banyak ditemukan di Jakarta. "Meskipun Perda No 3 Tahun 2013 sudah mengatur larangan aktivitas pembakaran sampah, namun sayangnya hal tersebut hanya jadi sebatas aturan semata, tidak pernah ada penerapan di lapangan secara nyata," ujar Novita.
(Baca juga: New Normal, Penyandang Diabetes Membutuhkan Terapi Inovatif dan Individual )
Lihat Juga :