Review Film The Three Blackbirds: Homoseksualitas dalam Keluarga Islami

Rabu, 14 Februari 2024 - 15:32 WIB
loading...
A A A
Halal dapat diartikan sebagai sesuatu yang terbebas dari segala bentuk zat yang telah diharamkan dalam Islam. Sedangkan Kan’an, dalam ajaran Islam merupakan nama dari putra Nabi Nuh yang dikenal sebagai anak durhaka yang berpura-pura menjadi orang beriman, padahal ia menyembunyikan rasa benci yang teramat dalam pada sang ayah.

Lalu ada juga sang ayah, Marus, bermakna darah yang dimasak (KBBI). Dalam aturan Islam, mengonsumsi atau memakan darah dengan tegas dilarang. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an yang menjelaskan ketentuan perihal makanan yang haram hukumnya untuk dikonsumsi, salah satunya adalah darah sebagaimana dijelaskan dalam Al-Maidah ayat 3 yang artinya “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai dan darah...”

Jika dicermati, dari ketiga karakter dalam film ini semuanya memiliki nama yang unik dan kontras. Nama serta identitas karakter Halal dan Kan’an benar-benar berjalan seiringan dengan yang terjadi dalam filmnya.

Halal digambarkan seolah baru saja terbebas dari sesuatu yang diharamkan, sedangkan Kan’an yang terlihat seperti anak berbakti, nyatanya tidaklah demikian. Pemilihan nama-nama ini mungkin bukan sebuah kebetulan, tapi kembali lagi, ini semua datang dari perspektif pribadi, entah maksud dan tujuan sebenarnya dari penulis.

Review Film The Three Blackbirds: Homoseksualitas dalam Keluarga Islami

Foto: Vidsee

Halal digambarkan sebagai seorang anak laki-laki yang dianggap gagal menjadi sosok lelaki seutuhnya, seperti yang ayahnya harapkan. Sang ayah yang berpegang teguh terhadap nilai-nilai Islam berpandangan bahwa laki-laki sudah seharusnya memiliki ketertarikan terhadap perempuan, tapi ia tidak melihat hal itu pada anaknya.

Hal inilah yang membuat Marus akhirnya memutuskan untuk mengirim Halal ke pesantren sebagai tempat untuk ‘memperbaiki’ anaknya agar menjadi lelaki seutuhnya dengan ketertarikan seksual yang ‘normal’.

Islam dengan jelas menganggap homoseksualitas sebagai perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, sebagaimana tercermin dalam kisah Nabi Luth A.S., yang menjelaskan bahwa ketertarikan terhadap sesama jenis adalah hal yang dilarang dalam ajaran Islam.

Pesantren sering kali menjadi opsi bagi sebagian keluarga yang berpegang teguh terhadap nilai-nilai agama untuk membuat anak mereka patuh terhadap ajaran Islam. Para orang tua mempercayai pesantren sebagai tempat untuk mendidik anak-anak sesuai ajaran agama, yang harapannya kelak mereka bisa menjadi putra-putri yang sholeh dan sholehah, serta senantiasa berbakti terhadap orang tuanya.

Hal ini sedikit mengingatkan pada pengalaman pribadi ketika saya menghabiskan tiga tahun di pesantren selama masa pendidikan SMP. Hanya bedanya pada proses pengambilan keputusan, kalau Halal dipesantrenkan oleh orang tuanya, maka pilihan saya lahir dari dorongan keinginan pribadi.

Dalam konteks tema dalam film ini, memasukkan anak ke dalam pesantren mungkin bisa saja menjadi opsi yang tepat untuk 'memperbaiki' seseorang agar bisa memiliki orientasi seksual yang 'lurus'. Terlebih lagi di pesantren banyak diajarkan soal nilai-nilai Islami yang bisa membuat seseorang lebih dekat dengan Tuhannya.

Namun ada juga potensi yang kontradiktif, bahwa keputusan tersebut justru bisa membuat anak memiliki ruang lebih terhadap eksplorasi identitas atau preferensi seksualitasnya. Sebagaimana terlihat dalam lingkungan pesantren yang kesehariannya banyak melibatkan interaksi dengan individu sejenis, yang bukan tidak mungkin hal ini bisa menjadi peluang seseorang untuk lebih mendalami dan mengeksplorasi dimensi seksualitasnya.

Sejauh ini memang tidak ada riset yang pasti.Namun melihat dari pengalaman pribadi selama menempuh pendidikan di pesantren, beberapa orang memang terlihat menunjukkan ketertarikan terhadap sesama jenis meski sudah tinggal di lingkungan dengan nilai agama yang kuat.

Sedikit ironis, ketika sebagian orang tua menganggap pesantren sebagai tempat yang suci. Namun nyatanya beberapa kali saya menemukan atau bahkan mengalami tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam yang diajarkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
Profil Febrie Adriansyah,...
Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus Kejagung yang Mundur Sering Ungkap Kasus Kakap
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
Berita Terkini
Indonesia Hadirkan 30...
Indonesia Hadirkan 30 Instalasi Seni di Flower Dome Singapura, Tampilkan Pesona Nusantara
Dermaster Gizi, Slimming...
Dermaster Gizi, Slimming & Metabolic Center Resmi Dibuka, Tawarkan Program Diet Personal Berbasis Medis
Info Resmi Undian AQUA...
Info Resmi Undian AQUA Terbaru, Cek Sebelum Klaim Hadiah di AQUA 100% Untung!
Nonton Wake Up, Dad!...
Nonton 'Wake Up, Dad! Wedding Time' di V+Short, Microdrama Komedi Romantis yang Bikin Baper
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Baby Blessing: Gagal Lahir 3 Kali, Bowie Selamatkan Sang Ibu
Salah Kaprah soal Cara...
Salah Kaprah soal Cara Naik Berat Badan yang Sering Dilakukan Orang Kurus
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved