Persatuan Dokter Paru: Perokok Potensi Terjangkit COVID-19 Lebih Tinggi
Kamis, 13 Agustus 2020 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
Perokok boleh dibilang paling rentan. Kebiasaan para perokok memegang rokok secara berulang-ulang, menurut Agus, menyebabkan transmisi virus ke dalam tubuh meningkat. Hal itu disebabkan adanya inhalasi dari tangan ke saluran pernapasan.
Agus menuturkan, angka kematian (mortalitas) pada perokok menempati presentasi yang cukup tinggi. "Kalau perokok terkena COVID-19 dan meninggal itu 25%. Sedangkan mortalitas umum di dunia sekitar 5%," ucapnya. (Baca Juga: Tantangan Memberikan ASI, Tekanan Mental Lebih Banyak Ketimbang Fisik )
Sementera itu, Ketua Forum Jogja Sehat Tanpa Tembakau (JSTT) Yayi Suryo Prabandari mengatakan, perlu edukasi yang masif di berbagai media. Itu untuk menciptakan kesadaran masyarakat akan bahaya merokok di tengah pandemi COVID-19.
“Masyarakat harus menjalankan seluruh protokol kesehatan dan gerakan masyarakat hidup sehat,” pungkasnya.
Agus menuturkan, angka kematian (mortalitas) pada perokok menempati presentasi yang cukup tinggi. "Kalau perokok terkena COVID-19 dan meninggal itu 25%. Sedangkan mortalitas umum di dunia sekitar 5%," ucapnya. (Baca Juga: Tantangan Memberikan ASI, Tekanan Mental Lebih Banyak Ketimbang Fisik )
Sementera itu, Ketua Forum Jogja Sehat Tanpa Tembakau (JSTT) Yayi Suryo Prabandari mengatakan, perlu edukasi yang masif di berbagai media. Itu untuk menciptakan kesadaran masyarakat akan bahaya merokok di tengah pandemi COVID-19.
“Masyarakat harus menjalankan seluruh protokol kesehatan dan gerakan masyarakat hidup sehat,” pungkasnya.
(tsa)
Lihat Juga :