Apa Penyebab Bisa Kena Angin Duduk? Waspadai 10 Hal Ini

Rabu, 28 Februari 2024 - 21:00 WIB
loading...
Apa Penyebab Bisa Kena...
Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang terkena angin duduk. Secara medis, kondisi ini dikenal dengan istilah angina pectoris yang ditandai dengan nyeri. Foto/Louisiana Heart and Vascular
A A A
JAKARTA - Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang terkena angin duduk . Secara medis, kondisi ini dikenal dengan istilah angina pectoris yang ditandai dengan rasa nyeri, tekanan, atau ketidaknyamanan di dada.

Medical Doctor & Health Content Creator dr Kevin Mak mengatakan bahwa angin duduk atau angina pectoris terjadi ketika aliran darah ke jantung terbatas. Kondisi ini biasanya karena penyempitan atau penyumbatan arteri koroner yang memasok darah ke jantung.

Angina pectoris sering kali merupakan gejala penyakit jantung koroner, yang merupakan penyakit arteri koroner paling umum.

"Sebenarnya apa sih itu angin duduk? Istilah angin duduk secara medis sebenarnya disebut sebagai angina pectoris," kata dr Kevin dikutip dari akun Instagram pribadinya, @drkevinmak, Rabu (28/2/2024).

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Angin Duduk yang Harus Diwaspadai

"Yaitu kelainan nyeri dada yang biasanya dihubungkan dengan penyempitan pembuluh darah jantung akibat penumpukan kolesterol atau adanya penyumbatan," sambungnya.

Penyebab Angin Duduk



Adapun penyebab utama dari penyempitan atau penyumbatan arteri koroner yang menyebabkan angina pectoris adalah aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di dinding arteri. Faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi ini dan akhirnya angina pectoris meliputi:

1. Merokok


Merokok adalah salah satu faktor risiko utama untuk aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

2. Hipertensi


Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat merusak dinding arteri dan menyebabkan penumpukan plak aterosklerosis.

3. Kolesterol Tinggi


Kolesterol tinggi dalam darah dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri.

4. Diabetes


Diabetes meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis.

5. Kurang Aktivitas Fisik


Gaya hidup yang tidak aktif atau kurang berolahraga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Baca Juga: Bolehkah Kerokan saat Masuk Angin? Waspadai 3 Hal Ini

6. Diet Tidak Sehat


Diet tinggi lemak jenuh, garam, dan kolesterol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

7. Obesitas


Obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

8. Faktor Genetik


Riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner dapat meningkatkan risiko seseorang terkena angina pectoris.

9. Usia


Risiko penyakit jantung koroner meningkat seiring bertambahnya usia.

10. Stres


Stres kronis dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Baca Juga: Hati-hati! Sarapan Gorengan Setiap Hari Bisa Kena Penyakit Ini

Sementara itu, beberapa gejala angin duduk atau angina pectoris di antaranya adalah rasa nyeri, tekanan, atau ketidaknyamanan di dada. Kondisi ini seringkali di belakang tulang dada atau di sekitar dada.

Mereka yang mengalami angin duduk seringkali mengeluhkan sensasi terbakar, dan sesak napas. Gejala lainnya meliputi nyeri yang bisa menyebar ke leher, rahang, bahu, lengan, atau punggung, dan seringkali mereda dengan istirahat atau penggunaan obat nitrat.

"Beberapa gejala yang bisa dialami adalah nyeri dada di sebelah kiri yang menjalar sampai ke lengan, keringat yang berbutir-butir dan juga nyeri yang terasa seperti tertindih benda yang sangat berat," jelasnya.

"Jika ada tanda-tanda seperti ini kemungkinan besar kamu bisa mengalami serangan infark miokard akut alias serangan jantung akut. Lebih baik teman-teman bawa langsung ke instansi kesehatan terdekat agar bisa mendapat pertolongan segera," pungkasnya.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Jangan Tunggu Sirosis,...
Jangan Tunggu Sirosis, Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati Sejak Dini
3 Gerakan Sederhana...
3 Gerakan Sederhana agar Tubuh Lebih Segar dan Tidak Kaku saat Bangun Tidur
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Meningkat
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Rekomendasi
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Berita Terkini
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Ruben Onsu Unggah Video...
Ruben Onsu Unggah Video Giorgio Ngopi di Rumah Sarwendah, Captionnya Bikin Heboh
Infografis
Hati-hati! Ini 10 Tanda...
Hati-hati! Ini 10 Tanda Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved