Idap Penyakit Langka, Wanita Ini Tak Tahan Dengar Suara Tertawa Anaknya
Sabtu, 02 Maret 2024 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
“Ini seperti migrain, seperti Anda ingin membuka kepala untuk menghilangkan tekanan,” sambungnya.
Sejak dia pertama kali didiagnosa mengidap hiperakusis, Karen telah berusaha menyembuhkan, atau setidaknya mengendalikan gejalanya. Namun keadaannya malah semakin memburuk.
Dia sekarang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan, karena dia tidak dapat menangani semua kebisingan dari dunia luar. Bahkan ketika sendirian di rumah, dia memakai penutup telinga dan pemblokir kebisingan untuk melindungi dirinya sendiri.
Baca Juga: Idap Penyakit Langka, Wanita Ini Tidur Tanpa Sadar usai Tertawa
Pada hari Natal, ketika putra-putranya yang berusia 7 dan 11 tahun, dengan gembira membuka hadiah mereka, dia berada di kamar sebelah mengawasi mereka dari balik jendela. Inu karena dia tidak tahan mendengarkan suara keras dan tawa buah hatinya.
“Sesuatu yang seindah tawa anak-anak saya, mendengar suara mereka, bagaikan siksaan bagi saya,” jelas perempuan berusia 49 tahun itu.
Sejak dia pertama kali didiagnosa mengidap hiperakusis, Karen telah berusaha menyembuhkan, atau setidaknya mengendalikan gejalanya. Namun keadaannya malah semakin memburuk.
Dia sekarang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan, karena dia tidak dapat menangani semua kebisingan dari dunia luar. Bahkan ketika sendirian di rumah, dia memakai penutup telinga dan pemblokir kebisingan untuk melindungi dirinya sendiri.
Baca Juga: Idap Penyakit Langka, Wanita Ini Tidur Tanpa Sadar usai Tertawa
Pada hari Natal, ketika putra-putranya yang berusia 7 dan 11 tahun, dengan gembira membuka hadiah mereka, dia berada di kamar sebelah mengawasi mereka dari balik jendela. Inu karena dia tidak tahan mendengarkan suara keras dan tawa buah hatinya.
“Sesuatu yang seindah tawa anak-anak saya, mendengar suara mereka, bagaikan siksaan bagi saya,” jelas perempuan berusia 49 tahun itu.
Lihat Juga :