Kasus Demam Berdarah Melonjak, Singapura Butuh Vaksin?
Senin, 01 April 2024 - 12:28 WIB
loading...
A
A
A
Vaksin demam berdarah ketiga, TV003, baru-baru ini menyelesaikan uji klinis di Brasil dengan kemanjuran yang menjanjikan. Percobaan telah menunjukkan bahwa obat ini menghasilkan respon imun yang baik terhadap keempat virus dengue, dan mampu melindungi terhadap DENV-1 dan DENV-2, bahkan pada individu yang belum pernah menderita demam berdarah; temuan dari tindak lanjut jangka panjang ditunggu. Uji klinis tambahan kemungkinan juga diperlukan untuk menentukan kemanjurannya terhadap DENV-3 dan DENV-4.
Perbedaan utama lainnya adalah Qdenga dan TV003 mampu menghasilkan sel T “pembunuh” terhadap keempat virus dengue, sedangkan Dengvaxia tidak. Sel T pembunuh merupakan bagian integral dari respon imun untuk membersihkan tubuh dari sel yang terinfeksi virus, sehingga mencegah penyakit parah.
Artinya, individu yang belum pernah menderita demam berdarah dan menerima Qdenga atau TV003 akan terlindungi dari penyakit parah, bahkan dalam kasus infeksi lanjutan. Yang terpenting, mereka tidak akan mengalami peningkatan risiko penyakit parah.
Pada awal Oktober, Kelompok Penasihat Strategis Pakar Imunisasi Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan Qdenga untuk digunakan, termasuk pada individu yang belum pernah menderita demam berdarah.
Mereka juga merekomendasikan agar vaksin ini digunakan di negara-negara dimana demam berdarah sangat endemik, karena manfaat vaksinasi di negara-negara tersebut kemungkinan besar paling tinggi.
Baca Juga: Waspada! DBD Diprediksi Meningkat Jelang Lebaran, Begini Penularannya
Sayangnya, perizinan Qdenga di Singapura harus ditunggu karena tidak dianggap sebagai negara yang sangat endemis demam berdarah dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia.
Selain itu, perusahaan farmasi yang mengembangkan Qdenga telah membatalkan permohonan izin sebelumnya di Singapura dan memilih untuk mengajukan kembali dengan lebih banyak data dari tindak lanjut uji klinis selama hampir lima tahun.
Tidak ada satu pun vaksin demam berdarah, baik yang sudah berlisensi maupun yang sedang dikembangkan, yang sempurna.
Namun, berdasarkan pemahaman kolektif ilmu vaksin demam berdarah, bahwa vaksin ini sudah cukup baik.
Penerapan vaksin demam berdarah memang dapat mengambil pelajaran dari vaksin Covid-19, meskipun vaksin Covid-19 belum sempurna, tetapi cukup mengurangi tingkat penyebaran Covid-19 yang parah dan fatal, serta membantu mengendalikan pandemi.
Perbedaan utama lainnya adalah Qdenga dan TV003 mampu menghasilkan sel T “pembunuh” terhadap keempat virus dengue, sedangkan Dengvaxia tidak. Sel T pembunuh merupakan bagian integral dari respon imun untuk membersihkan tubuh dari sel yang terinfeksi virus, sehingga mencegah penyakit parah.
Artinya, individu yang belum pernah menderita demam berdarah dan menerima Qdenga atau TV003 akan terlindungi dari penyakit parah, bahkan dalam kasus infeksi lanjutan. Yang terpenting, mereka tidak akan mengalami peningkatan risiko penyakit parah.
Pada awal Oktober, Kelompok Penasihat Strategis Pakar Imunisasi Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan Qdenga untuk digunakan, termasuk pada individu yang belum pernah menderita demam berdarah.
Mereka juga merekomendasikan agar vaksin ini digunakan di negara-negara dimana demam berdarah sangat endemik, karena manfaat vaksinasi di negara-negara tersebut kemungkinan besar paling tinggi.
Baca Juga: Waspada! DBD Diprediksi Meningkat Jelang Lebaran, Begini Penularannya
Sayangnya, perizinan Qdenga di Singapura harus ditunggu karena tidak dianggap sebagai negara yang sangat endemis demam berdarah dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia.
Selain itu, perusahaan farmasi yang mengembangkan Qdenga telah membatalkan permohonan izin sebelumnya di Singapura dan memilih untuk mengajukan kembali dengan lebih banyak data dari tindak lanjut uji klinis selama hampir lima tahun.
Tidak ada satu pun vaksin demam berdarah, baik yang sudah berlisensi maupun yang sedang dikembangkan, yang sempurna.
Namun, berdasarkan pemahaman kolektif ilmu vaksin demam berdarah, bahwa vaksin ini sudah cukup baik.
Penerapan vaksin demam berdarah memang dapat mengambil pelajaran dari vaksin Covid-19, meskipun vaksin Covid-19 belum sempurna, tetapi cukup mengurangi tingkat penyebaran Covid-19 yang parah dan fatal, serta membantu mengendalikan pandemi.
(tdy)
Lihat Juga :