Ini Sejumlah Kondisi Medis yang Membuat Seseorang Dikira Sudah Mati
Selasa, 18 Agustus 2020 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
Hipotermia dapat menyebabkan detak jantung dan pernapasan melambat, hingga hampir tidak terdeteksi. Diyakini bahwa hipotermia menyebabkan kematian bayi yang baru lahir secara keliru di Kanada pada 2013. Bayi tersebut lahir di trotoar dalam suhu dingin yang membekukan. Dokter tidak dapat mendeteksi denyut nadi, dan bayi dinyatakan meninggal. Dua jam kemudian, bayi itu mulai bergerak.
(Baca juga: Siap Diluncurkan Akhir Bulan, Rusia Mulai Produksi Vaksin Covid-19 )
Dr. Michael Klein dari University of British Columbia, Kanada, mengatakan bahwa bayi yang terpapar suhu dingin dapat menjelaskan situasinya. Seluruh sirkulasi akan terhenti tetapi kondisi neurologis anak dapat dilindungi oleh dingin.
Katalepsi dan locked-in syndrome adalah contoh kondisi lain di mana orang yang hidup bisa disalahartikan telah meninggal dunia. Katalepsi ditandai dengan keadaan seperti trans, pernapasan melambat, sensitivitas berkurang, dan imobilitas total, yang dapat berlangsung dari beberapa menit hingga berminggu-minggu. Kondisi tersebut dapat muncul sebagai gejala gangguan neurologis seperti epilepsi dan penyakit parkinson.
Pada katalepsi, pasien sadar akan lingkungannya, tetapi mereka mengalami kelumpuhan total pada otot sukarela, dengan pengecualian otot yang mengontrol gerakan mata. Pada 2014, The Daily Mail melaporkan tentang wanita Inggris berusia 39 tahun, Kate Allatt yang mengalami katalepsi.
(Baca juga: Siap Diluncurkan Akhir Bulan, Rusia Mulai Produksi Vaksin Covid-19 )
Dr. Michael Klein dari University of British Columbia, Kanada, mengatakan bahwa bayi yang terpapar suhu dingin dapat menjelaskan situasinya. Seluruh sirkulasi akan terhenti tetapi kondisi neurologis anak dapat dilindungi oleh dingin.
Katalepsi dan locked-in syndrome adalah contoh kondisi lain di mana orang yang hidup bisa disalahartikan telah meninggal dunia. Katalepsi ditandai dengan keadaan seperti trans, pernapasan melambat, sensitivitas berkurang, dan imobilitas total, yang dapat berlangsung dari beberapa menit hingga berminggu-minggu. Kondisi tersebut dapat muncul sebagai gejala gangguan neurologis seperti epilepsi dan penyakit parkinson.
Pada katalepsi, pasien sadar akan lingkungannya, tetapi mereka mengalami kelumpuhan total pada otot sukarela, dengan pengecualian otot yang mengontrol gerakan mata. Pada 2014, The Daily Mail melaporkan tentang wanita Inggris berusia 39 tahun, Kate Allatt yang mengalami katalepsi.
Lihat Juga :