Ini Sejumlah Kondisi Medis yang Membuat Seseorang Dikira Sudah Mati

loading...
Ini Sejumlah Kondisi Medis yang Membuat Seseorang Dikira Sudah Mati
Anda mungkin berasumsi bahwa akan mudah untuk mengetahui kapan seseorang telah meninggal tetapi dalam beberapa kasus, tidak sesederhana itu. / Foto: ilustrasi/Health Europa
A+ A-
JAKARTA - Lazarus syndrome, kondisi bangkit dari kematian yang dialami gadis 12 tahun di Probolinggo, Jawa Timur membuat banyak orang bertanya-tanya. Meski dinyatakan meninggal kembali setelah 1 jam mendapat perawatan, namun fenomena ini jarang terjadi.

(Baca juga: Berdampak Negatif pada Bayi, Begini Cara Hindari Obesitas Selama Kehamilan)

Pada dasarnya ada dua jenis kematian, yakni kematian klinis dan kematian biologis. Kematian klinis diartikan sebagai tidak adanya denyut nadi, detak jantung, dan pernapasan, sedangkan kematian biologis diartikan sebagai tidak adanya aktivitas otak.

Melihat definisi ini, Anda mungkin berasumsi bahwa akan mudah untuk mengetahui kapan seseorang telah meninggal tetapi dalam beberapa kasus, tidak sesederhana itu. Ada sejumlah kondisi medis yang dapat membuat seseorang tampak mati.

Dilansir dari Medical News Today, Selasa (18/8) salah satu kondisi tersebut adalah hipotermia. Di mana tubuh mengalami penurunan suhu yang tiba-tiba dan berpotensi fatal, biasanya disebabkan oleh paparan dingin yang berkepanjangan.



Hipotermia dapat menyebabkan detak jantung dan pernapasan melambat, hingga hampir tidak terdeteksi. Diyakini bahwa hipotermia menyebabkan kematian bayi yang baru lahir secara keliru di Kanada pada 2013. Bayi tersebut lahir di trotoar dalam suhu dingin yang membekukan. Dokter tidak dapat mendeteksi denyut nadi, dan bayi dinyatakan meninggal. Dua jam kemudian, bayi itu mulai bergerak.

(Baca juga: Siap Diluncurkan Akhir Bulan, Rusia Mulai Produksi Vaksin Covid-19)

Dr. Michael Klein dari University of British Columbia, Kanada, mengatakan bahwa bayi yang terpapar suhu dingin dapat menjelaskan situasinya. Seluruh sirkulasi akan terhenti tetapi kondisi neurologis anak dapat dilindungi oleh dingin.

Katalepsi dan locked-in syndrome adalah contoh kondisi lain di mana orang yang hidup bisa disalahartikan telah meninggal dunia. Katalepsi ditandai dengan keadaan seperti trans, pernapasan melambat, sensitivitas berkurang, dan imobilitas total, yang dapat berlangsung dari beberapa menit hingga berminggu-minggu. Kondisi tersebut dapat muncul sebagai gejala gangguan neurologis seperti epilepsi dan penyakit parkinson.

Pada katalepsi, pasien sadar akan lingkungannya, tetapi mereka mengalami kelumpuhan total pada otot sukarela, dengan pengecualian otot yang mengontrol gerakan mata. Pada 2014, The Daily Mail melaporkan tentang wanita Inggris berusia 39 tahun, Kate Allatt yang mengalami katalepsi.



Tidak menyadari kondisinya, dokter menyatakan otaknya mati. Petugas medis, keluarga, dan teman-teman berdiri di samping tempat tidurnya dan mendiskusikan apakah akan mematikan alat bantu hidupnya atau tidak. Allatt mendengar semuanya, tetapi dia tidak dapat memberitahu mereka bahwa dia sepenuhnya sadar.

(Baca juga: Bisa Sebabkan Keguguran, Waspadai 8 Makanan Sehat Ini)

"Locked-in syndrome seperti dikubur hidup-hidup. Anda bisa berpikir, Anda bisa merasakan, Anda bisa mendengar, tapi Anda sama sekali tidak bisa berkomunikasi," kata Allatt.
(nug)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top