CERMIN: Bukan Sekadar tentang Semesta Paralel, Juga tentang Pilihan dan Penyesalan
Sabtu, 11 Mei 2024 - 09:39 WIB
loading...
Serial Dark Matter mencampurkan kisah fiksi ilmiah dengan cerita tentang pilihan dan penyesalan dalam hidup. Foto/Apple TV
A
A
A
JAKARTA - Tahun 2017. Sebuah serial dari Jerman tayang di Netflix dan mengguncang dunia. Sebuah kisah tentang hilangnya dua orang anak yang berkelindan dengan kehidupan ganda hingga bagaimana peristiwa kehilangan tersebut mengguncang empat keluarga sekaligus.
Dark menjadi istimewa karena mencoba menginjeksikan isu tentang semesta paralel agar bisa dinikmati dengan lebih cair dan terutama logis. Meski pada akhirnya tak selalu mudah diikuti, tapi Dark memang membuat isu semesta paralel menjadi tontonan menarik sekaligus menantang.
Setelahnya semesta paralel tak hanya menghiasi serial Netflix lainnya seperti Bodies;film pemenang Oscar, Everything Everywhere All at Once, hingga film-film keluaran Marvel.
Baca Juga: CERMIN: John Green dan Keberaniannya Membuka Diri soal Isu Kesehatan Mental
Layanan streaming Apple TV tak ingin ketinggalan dengan isu yang masih mengundang rasa penasaran ini. Mereka lamtas mengadaptasi novel sukses karya Blake Crouch rilisan 2016 berjudul Dark Matter. Novel tersebut dibongkar kembali oleh Blake, dirangkai ulang menjadi sebuah teka-teki dan serial dengan sembilan episode.
Entah Blake jarang menonton film dengan tema sejenis atau memang malas untuk mencari tahu, tapi Dark Matter tak menyajikan kisah istimewa. Hanya pengulangan dari cerita dengan napas yang sama.
![CERMIN: Bukan Sekadar tentang Semesta Paralel, Juga tentang Pilihan dan Penyesalan]()
Foto: Apple TV
Hanya saja kali ini kita melihat tokoh-tokohnya berperan ganda, menjalani kehidupan yang berbeda 100% dan mendengarkan bagaimana Blake menceramahi kita melalui karakter-karakter yang diciptakannya tentang pilihan dan penyesalan.
Protagonis kita bernama Jason (diperankan dengan cemerlang oleh Joel Edgerton) yang sekilas menjalani kehidupan bahagia. Punya rumah nan hangat, istri yang menawan, putra yang bertumbuh remaja, dan pekerjaan sebagai profesor di sebuah universitas.
Dark menjadi istimewa karena mencoba menginjeksikan isu tentang semesta paralel agar bisa dinikmati dengan lebih cair dan terutama logis. Meski pada akhirnya tak selalu mudah diikuti, tapi Dark memang membuat isu semesta paralel menjadi tontonan menarik sekaligus menantang.
Setelahnya semesta paralel tak hanya menghiasi serial Netflix lainnya seperti Bodies;film pemenang Oscar, Everything Everywhere All at Once, hingga film-film keluaran Marvel.
Baca Juga: CERMIN: John Green dan Keberaniannya Membuka Diri soal Isu Kesehatan Mental
Layanan streaming Apple TV tak ingin ketinggalan dengan isu yang masih mengundang rasa penasaran ini. Mereka lamtas mengadaptasi novel sukses karya Blake Crouch rilisan 2016 berjudul Dark Matter. Novel tersebut dibongkar kembali oleh Blake, dirangkai ulang menjadi sebuah teka-teki dan serial dengan sembilan episode.
Entah Blake jarang menonton film dengan tema sejenis atau memang malas untuk mencari tahu, tapi Dark Matter tak menyajikan kisah istimewa. Hanya pengulangan dari cerita dengan napas yang sama.

Foto: Apple TV
Hanya saja kali ini kita melihat tokoh-tokohnya berperan ganda, menjalani kehidupan yang berbeda 100% dan mendengarkan bagaimana Blake menceramahi kita melalui karakter-karakter yang diciptakannya tentang pilihan dan penyesalan.
Protagonis kita bernama Jason (diperankan dengan cemerlang oleh Joel Edgerton) yang sekilas menjalani kehidupan bahagia. Punya rumah nan hangat, istri yang menawan, putra yang bertumbuh remaja, dan pekerjaan sebagai profesor di sebuah universitas.
Lihat Juga :