CERMIN: Bukan Sekadar tentang Semesta Paralel, Juga tentang Pilihan dan Penyesalan
Sabtu, 11 Mei 2024 - 09:39 WIB
loading...
A
A
A
Namun dalam beberapa kesempatan kita melihat bagaimana Jason terlihat diam-diam membenci hidup yang dijalaninya. Hidup yang menarik di mata orang lain bisa jadi membosankan di mata orang yang berbeda. Dan Jason menjalani semuanya tanpa keluh kesah.
Hingga suatu malam ia diculik. Sebuah zat disuntikkan ke dalam sistem peredaran darahnya dan membuat hidup yang dijalaninya lenyap seketika. Ketika ia terbangun ia mendapati hidupnya berubah dalam semalam.
Kini ia menjadi seorang pria supersukses dengan karier yang didambakan semua orang. Yang tak ia punya kini adalah seorang istri setia dan seorang putra yang melihatnya penuh kasih.
![CERMIN: Bukan Sekadar tentang Semesta Paralel, Juga tentang Pilihan dan Penyesalan]()
Foto: Apple TV
Blake yang mengadaptasi novelnya sendiri menjadi penulis skenario sekaligus menjadi kreator serial ini, juga mencoba bermain-main dengan perihal eksistensi. Sayangnya Blake tak memperlihatkannya, tapi malah memilih menggembar-gemborkannya melalui mulut Daniela (dimainkan dengan asyik oleh Jennifer Connelly) melalui kalimat-kalimat bombastis seperti “Sometimes we ask ourselves the big questions. Who am I? Who could I be?... We all know that our lives are marked by the choices that we make”.
Pilihan-pilihan yang dibuat Blake memang membuat Dark Matter tak istimewa dalam konteks cerita. Tapi pilihan menggabungkan dua kekuatan akting dahsyat dari Joel dan Jennifer adalah sebuah pilihan tepat. Keduanya aktor kaliber Oscar dan tahu bagaimana mengemban tanggung jawab berat terutama pada Joel yang menjadi pusat dari semesta cerita.
Dark Matter menjadi menyenangkan diikuti terutama karena melihat bagaimana Joel dan Jennifer bahu membahu meyakinkan penonton bahwa semesta paralel sesungguhnya eksis dan kita punya versi berbeda di semesta yang lain. Dalam konteks cerita, Dark Matter memang sekadar menggunakan isu semesta paralel sebagai plot device, dan inti cerita sesungguhnya adalah tentang menjalani hidup dengan risiko atas pilihan-pilihan yang telah kita lakukan sebelumnya.
![CERMIN: Bukan Sekadar tentang Semesta Paralel, Juga tentang Pilihan dan Penyesalan]()
Foto: Apple TV
Namundalam dua episode perdananya, sembari asyik mengikuti bagaimana dua versi Jason bertukar semesta, kita pun mengikutinya sembari berpikir. Apakah pilihan-pilihan yang sudah kita buat telah membuat hidup kita lebih baik?
Hingga suatu malam ia diculik. Sebuah zat disuntikkan ke dalam sistem peredaran darahnya dan membuat hidup yang dijalaninya lenyap seketika. Ketika ia terbangun ia mendapati hidupnya berubah dalam semalam.
Kini ia menjadi seorang pria supersukses dengan karier yang didambakan semua orang. Yang tak ia punya kini adalah seorang istri setia dan seorang putra yang melihatnya penuh kasih.

Foto: Apple TV
Blake yang mengadaptasi novelnya sendiri menjadi penulis skenario sekaligus menjadi kreator serial ini, juga mencoba bermain-main dengan perihal eksistensi. Sayangnya Blake tak memperlihatkannya, tapi malah memilih menggembar-gemborkannya melalui mulut Daniela (dimainkan dengan asyik oleh Jennifer Connelly) melalui kalimat-kalimat bombastis seperti “Sometimes we ask ourselves the big questions. Who am I? Who could I be?... We all know that our lives are marked by the choices that we make”.
Pilihan-pilihan yang dibuat Blake memang membuat Dark Matter tak istimewa dalam konteks cerita. Tapi pilihan menggabungkan dua kekuatan akting dahsyat dari Joel dan Jennifer adalah sebuah pilihan tepat. Keduanya aktor kaliber Oscar dan tahu bagaimana mengemban tanggung jawab berat terutama pada Joel yang menjadi pusat dari semesta cerita.
Dark Matter menjadi menyenangkan diikuti terutama karena melihat bagaimana Joel dan Jennifer bahu membahu meyakinkan penonton bahwa semesta paralel sesungguhnya eksis dan kita punya versi berbeda di semesta yang lain. Dalam konteks cerita, Dark Matter memang sekadar menggunakan isu semesta paralel sebagai plot device, dan inti cerita sesungguhnya adalah tentang menjalani hidup dengan risiko atas pilihan-pilihan yang telah kita lakukan sebelumnya.

Foto: Apple TV
Namundalam dua episode perdananya, sembari asyik mengikuti bagaimana dua versi Jason bertukar semesta, kita pun mengikutinya sembari berpikir. Apakah pilihan-pilihan yang sudah kita buat telah membuat hidup kita lebih baik?
Lihat Juga :