Benarkah Tidur di Lantai Menyebabkan Paru-paru Basah?

Sabtu, 18 Mei 2024 - 18:15 WIB
loading...
Benarkah Tidur di Lantai...
Tidur di lantai dipercaya bisa menyebabkan paru-paru basah. Namun, kebiasaan ini tidak secara langsung menyebabkan paru-paru basah, istilah medis pneumonia. Foto/Neurosurgery & Spine Consultants
A A A
JAKARTA - Tidur di lantai dipercaya bisa menyebabkan paru-paru basah . Namun faktanya, kebiasaan ini tidak secara langsung menyebabkan paru-paru basah, yang merupakan istilah umum untuk kondisi medis yang lebih serius seperti pneumonia atau efusi pleura.

Pasalnya, ada beberapa faktor terkait tidur di lantai yang bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk infeksi paru-paru . Sementara itu, paru-paru basah umumnya disebabkan oleh beberapa hal.

Mulai dari infeksi bakteri, yang mana bakteri, virus, atau jamur bisa menyebabkan pneumonia. Gagal jantung kongestif bisa menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru. Kanker paru-paru atau kanker lainnya yang menyebar ke pleura. Tuberkulosis, infeksi bakteri yang bisa menyebabkan pneumonia dan efusi pleura.

Benarkah Tidur di Lantai Menyebabkan Paru-paru Basah?



Serta penyakit autoimun, kondisi seperti lupus atau rheumatoid arthritis bisa menyebabkan peradangan pada pleura. Berikut faktor yang meningkatkan risiko paru-paru basah akibat tidur di lantai dilansir dari Health, Sabtu (18/5/2024).

Baca Juga: Benarkah Tangan Berkeringat Tanda Paru-paru Basah?

1. Paparan Kelembapan dan Suhu Dingin


Tidur di lantai bisa membuat Anda lebih terpapar kelembapan dan suhu yang lebih dingin, terutama jika lantai tersebut dingin atau lembap. Udara dingin dan lembap dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi pernapasan seperti flu atau bronkitis, yang bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius jika tidak diobati.

2. Paparan Debu dan Alergen


Lantai sering kali menjadi tempat berkumpulnya debu, tungau, dan alergen lainnya. Jika Anda tidur di lantai, Anda lebih dekat dengan partikel-partikel ini, yang bisa memicu alergi atau asma. Kondisi ini bisa memperburuk masalah pernapasan dan, dalam beberapa kasus, meningkatkan risiko infeksi sekunder seperti pneumonia.

3. Sirkulasi Udara yang Buruk


Udara di dekat lantai biasanya kurang bersirkulasi dibandingkan dengan udara di bagian atas ruangan. Sirkulasi udara yang buruk bisa meningkatkan konsentrasi debu dan alergen di sekitar Anda saat tidur, yang bisa memperburuk kondisi pernapasan.

4. Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan


Tidur di lantai di lingkungan yang kurang bersih atau di ruangan yang lembab dan dingin bisa meningkatkan risiko terkena infeksi. Bakteri dan jamur tumbuh lebih baik di lingkungan yang lembab, dan paparan terhadap mikroorganisme ini bisa menyebabkan infeksi paru-paru.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah

Tips Mencegah Terkena Paru-paru Basah



Jika Anda perlu tidur di lantai, ada beberapa langkah yang bisa Anda ambil untuk mengurangi risiko kesehatan.

1. Gunakan Matras atau Alas yang Bersih


Tidur di atas matras atau alas yang bersih dan tebal bisa membantu mengurangi paparan terhadap dingin dan kelembapan dari lantai.

2. Jaga Kebersihan Ruangan


Pastikan lantai dan ruangan di sekitar Anda bersih dari debu dan alergen.

3. Gunakan Penghangat Ruangan


Jika ruangan Anda dingin, gunakan penghangat ruangan untuk menjaga suhu tetap nyaman.

4. Hindari Lantai Lembap


Pastikan lantai tidak lembap sebelum tidur. Jika lantai lembap, sebaiknya hindari tidur di sana.

5. Pertimbangkan Humidifier


Jika udara di ruangan Anda terlalu kering, menggunakan humidifier bisa membantu menjaga kelembapan yang sehat.

Baca Juga: Sempat Lumpuh, Peramal Hard Gumay Alami Asam Lambung dan Paru-Paru Basah
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Jangan Tunggu Sirosis,...
Jangan Tunggu Sirosis, Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati Sejak Dini
3 Gerakan Sederhana...
3 Gerakan Sederhana agar Tubuh Lebih Segar dan Tidak Kaku saat Bangun Tidur
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Rekomendasi
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Berita Terkini
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Jangan Tunggu Sampai...
Jangan Tunggu Sampai Hari H! Ini 5 Persiapan Uang yang Bikin Pensiun Makin Nyaman
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Hotel dan Resor Ini Hadirkan Program Unik bagi Keluarga
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved