Sempat Lumpuh, Peramal Hard Gumay Alami Asam Lambung dan Paru-Paru Basah
Jum'at, 23 Februari 2024 - 13:33 WIB
loading...
Peramal Hard Gumay sempat lumpuh usai divonis asam lambung hingga menjalani perawatan akibat paru-paru basah. Foto/ YouTube.
A
A
A
JAKARTA - Berat badan peramal Hard Gumay menurun 20 kilogram usai divonis asam lambung dan menjalani perawatan intensif akibat paru-paru basah.
Hard Gumay mengatakan sejak jatuh sakit, dia juga sempat mengalami lumpuh. Kondisi ini membuatnya kesulitan berjalan.
Baca Juga: Kartika Putri Sedih Penyakitnya Disebut Kena Azab, Wajah dan Lidah Penuh Luka
"Saya sakit, baru sembuh. Turun 20 kilo dari 70, sekarang Alhamdulillah sudah 52, sempat lumpuh, makanya tadi saya jalannya kayak robot. Pertama kali saya sakitnya asam lambung akut, jadi makanan nolak semua," ungkap Hard Gumay di Kanal YouTube Richard Lee, dikutip pada Jumat (23/2/2024).
Hard Gumay mengaku selama jatuh sakit, dia juga sering muntah ketika hendak mengonsumsi makanan tertentu. Persoalan itu yang membuat berat badannya benar-benar menurun drastis.
"Makan dua sendok bubur muntah, tapi muntahnya bukan makanan karena enggak ada isinya. Dibawa ke RS di Jakarta Selatan dicek, dikasih obat, enggak sembuh," kata Hard Gumay.
"Saya pikir saya harus ada yang rawat, akhirnya saya pulang kampung ke Palembang," ucap dia lagi.
Hard Gumay mengatakan sejak jatuh sakit, dia juga sempat mengalami lumpuh. Kondisi ini membuatnya kesulitan berjalan.
Baca Juga: Kartika Putri Sedih Penyakitnya Disebut Kena Azab, Wajah dan Lidah Penuh Luka
"Saya sakit, baru sembuh. Turun 20 kilo dari 70, sekarang Alhamdulillah sudah 52, sempat lumpuh, makanya tadi saya jalannya kayak robot. Pertama kali saya sakitnya asam lambung akut, jadi makanan nolak semua," ungkap Hard Gumay di Kanal YouTube Richard Lee, dikutip pada Jumat (23/2/2024).
Hard Gumay mengaku selama jatuh sakit, dia juga sering muntah ketika hendak mengonsumsi makanan tertentu. Persoalan itu yang membuat berat badannya benar-benar menurun drastis.
"Makan dua sendok bubur muntah, tapi muntahnya bukan makanan karena enggak ada isinya. Dibawa ke RS di Jakarta Selatan dicek, dikasih obat, enggak sembuh," kata Hard Gumay.
"Saya pikir saya harus ada yang rawat, akhirnya saya pulang kampung ke Palembang," ucap dia lagi.
Lihat Juga :