Peneliti Temukan Tanaman Endemik Madura Kamandin Saebo Berkhasiat Obati Sakit Gigi hingga Hipertensi

Senin, 20 Mei 2024 - 08:38 WIB
loading...
Peneliti Temukan Tanaman...
Dosen sebuah perguruan tinggi di Malang menemukan khasiat tanaman endemik Madura bernama Kamandin Saebo. Tanaman ini konon bisa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti hipertensi dan sakit gigi. Foto/Istimewa
A A A
MALANG - Dosen sebuah perguruan tinggi di Malang menemukan khasiat tanaman endemik Madura bernama Kamandin Saebo. Tanaman ini konon bisa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti hipertensi dan sakit gigi.

Penelitian mengenai tanaman endemik Madura ini melibatkan tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi yaini Elly Purwanti, Moh. Mirza Nuryady, dan Tutut Indria Permana, serta melibatkan dosen Farmasi Hidayah Rahmawati dan Amalia Dina Anggraeni.

Elly Purwanti, ketua tim dosen UMM menyebutkan, tanaman endemik Kamandin Saebo memiliki nama ilmiah latin Glossocardia leschenaultii (Cass). Veldkamp merupakan tumbuhan endemik Madura yang hanya tumbuh subur di Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Madura.

Baca Juga: Benarkah Kebanyakan Minum Susu Kedelai Bisa Bikin Anak Laki Jadi Feminin?

"Tumbuhan berupa rumput ini banyak digunakan untuk campuran berbagai ramuan. Sesuai dengan arti katanya, Saebo, dalam bahasa Madura berarti seribu," terang Elly Purwanti saat dikonfirmasi pada Senin (20/5/2024).

Secara umum, Kamandin Saebo dipercaya oleh masyarakat Madura memiliki manfaat dan khasiat sebagai tumbuhan mujarab untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Setelah melaksanakan penelitian ini, Elly dan tim menemukan bahwa Kamandin Saebo ternyata mengandung beragam komponen bioaktif yang bermanfaat sebagai imunomodulator. Komponen inilah yang memiliki peran penting dalam meningkatkan daya imun tubuh terhadap serangan penyakit.

“Sebenarnya, Kamandin Saebo juga memiliki kandungan yang tinggi flavonoid, terutama yang disebut dengan zat rutin. Sehingga hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah mengapa penggunaan jamu efektif dalam meningkatkan imunitas tubuh,” terangnya.

Penelitian tersebut membawa Elly dan tim mendapatkan pendanaan tambahan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristekdikti) tahun 2023-2024. Di balik kesuksesan temuannya itu, Elly menyatakan, proses penelitian tanaman endemik ini tidak berjalan mulus.

"Musim kemarau yang panjang membuat pengumpulan sampel Kamandin Saebo menjadi sulit. Upaya deteksi komponen-komponen aktif dalam sampel yang terbatas menjadi salah satu kendala. Setelah musim hujan tiba, uji coba dilakukan kembali dengan hasil yang memuaskan," ujarnya.

Baca Juga: 3 'Bahaya' Tidur dengan Rambut yang Masih Basah



Selain mencari tahu potensi kandungan zat tersebut, penelitian ini juga merupakan bioprospeksi serta untuk memastikan perlindungan dan pemanfaatan ekonomi yang bijaksana terhadap sumber daya genetik. Menariknya, hasil penelitian Elly dan tim juga dalam proses paten.

Hasil penelitian terhadap Kamandin Saebo diharapkan dapat mendorong standarisasi dalam pembuatan jamu tradisional. Mulai dari komposisi Kamandin Saebo yang harus terkandung dalam setiap jamu hingga proses higienitas dan standar pembuatan lainnya yang harus dipenuhi.

“Diharapkan jamu tradisional Madura, khususnya yang menggunakan Kamandin Saebo, dapat menjadi lebih dikenal dan diapresiasi, tidak hanya secara lokal tetapi juga global sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang kaya akan kekayaan alamnya,” pungkas Elly.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Siomay hingga Bakso...
Siomay hingga Bakso Ternyata Tinggi Garam, Menkes Ingatkan Risiko Hipertensi
Mengapa Berat Badan...
Mengapa Berat Badan Ideal Bisa Menurunkan Risiko Hipertensi? Ini Kata Dokter
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Daging Kambing Dituding...
Daging Kambing Dituding Picu Kolesterol dan Hipertensi, Ini Kata Menkes
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Rekomendasi
Senator: Tambahan Penerima...
Senator: Tambahan Penerima Bantuan Pangan Harus Diiringi Penguatan Data dan Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Di Hadapan Prabowo,...
Di Hadapan Prabowo, Kapolri: SPPG Polri Berhasil Pertahankan Zero Accident
Berita Terkini
Riri Riza Soroti Vonis...
Riri Riza Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Singgung Dissenting Opinion Hakim
Sambut Musim Liburan...
Sambut Musim Liburan dan Back to School dengan Berbagai Penawaran Menarik dari BRI
Terjebak antara Cinta...
Terjebak antara Cinta Sejati dan Balas Budi dalam Microdrama Love Last Breath
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 10 Rabu: Hubungan Mila dan Jaka Semakin Memanas
10 Rahasia Fajri TV...
10 Rahasia Fajri TV Push Rank Free Fire, Dijamin Peluang Booyah Makin Besar!
Ramzi Geram Putrinya...
Ramzi Geram Putrinya Dituding Jadi Orang Ketiga, Dukung Rizky Billar Tempuh Jalur Hukum
Infografis
Makanan Panas Picu Kanker...
Makanan Panas Picu Kanker hingga Kerusakan Gigi, Jangan Konsumsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved