Waspada Stres Kerja Picu Migrain, Ini Tips Jitu Mengatasinya!
Kamis, 13 Juni 2024 - 16:20 WIB
loading...
Stres kerja dikenal sebagai salah satu faktor utama yang memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk migrain. Migrain merupakan sakit kepala parah berulang. Foto/Lovetoknow
A
A
A
JAKARTA - Stres kerja telah lama dikenal sebagai salah satu faktor utama yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk migrain. Migrain, yang merupakan sakit kepala parah dan berulang, bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penting bagi pekerja untuk memahami bagaimana stres kerja dapat memicu migrain dan menemukan cara efektif untuk mengatasinya. Konsultan Nyeri dan Nyeri Kepala dr Henry Riyanto Sofyan, SpN, Subsp.NN(K) mengatakan bahwa stres di tempat kerja menjadi salah satu faktor pemicu serangan migrain yang banyak dikeluhkan.
"Saya pribadi adalah orang dengan migrain. Kalau sudah 4 jam non-stop di depan layar komputer, itu pasti alarm tubuh muncul dan harus segera meninggalkan komputer," kata dr Henry dalam webinar Migrain Bukan Nyeri Kepala Biasa yang diinisiasi Perhimpunan Dokter Neurologi Seluruh Indonesia (Perdosni), Kamis (13/6/2024).
Stres kerja memicu migrain melalui beberapa mekanisme. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.
Baca Juga: Wanita Ini Terbangun dalam Kondisi Lumpuh setelah Mengabaikan Migrain yang Dialaminya
Hormon-hormon ini dapat menyebabkan perubahan dalam sistem saraf, memengaruhi pembuluh darah, dan mengaktifkan saraf yang terlibat dalam rasa sakit. Akibatnya, individu yang mengalami stres kronis lebih rentan terhadap serangan migrain.
Penting bagi pekerja untuk memahami bagaimana stres kerja dapat memicu migrain dan menemukan cara efektif untuk mengatasinya. Konsultan Nyeri dan Nyeri Kepala dr Henry Riyanto Sofyan, SpN, Subsp.NN(K) mengatakan bahwa stres di tempat kerja menjadi salah satu faktor pemicu serangan migrain yang banyak dikeluhkan.
"Saya pribadi adalah orang dengan migrain. Kalau sudah 4 jam non-stop di depan layar komputer, itu pasti alarm tubuh muncul dan harus segera meninggalkan komputer," kata dr Henry dalam webinar Migrain Bukan Nyeri Kepala Biasa yang diinisiasi Perhimpunan Dokter Neurologi Seluruh Indonesia (Perdosni), Kamis (13/6/2024).
Stres kerja memicu migrain melalui beberapa mekanisme. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.
Baca Juga: Wanita Ini Terbangun dalam Kondisi Lumpuh setelah Mengabaikan Migrain yang Dialaminya
Hormon-hormon ini dapat menyebabkan perubahan dalam sistem saraf, memengaruhi pembuluh darah, dan mengaktifkan saraf yang terlibat dalam rasa sakit. Akibatnya, individu yang mengalami stres kronis lebih rentan terhadap serangan migrain.
Lihat Juga :