Tak Hanya Mengenyangkan, Ini Manfaat Sorgum untuk Kesehatan
Sabtu, 15 Juni 2024 - 17:48 WIB
loading...
A
A
A
“Kami termotivasi untuk menciptakan sesuatu yang praktis, mengenyangkan dan juga yang bisa memenuhi kebutuhan serat harian kita,” tuturnya. Andhika berharap Mealk bisa menjadi meal hack bagi mereka yang sibuk di kota besar dan bisa menekan angka kekurangan nutrisi, terutama serat, serta mempopulerkan sorgum di tengah masyarakat.
"Saat ini, mayoritas konsumen Mealk berada di Jabodetabek dan sebagi kecil di Surabaya dan Bali," ungkap Andhika Tambunan. Dalam memenuhi pasokan sorgum, Andhika bekerja sama dengan mitra petani yang memiliki lahan pertanian di Jombang, Jawa Timur.
Andhika mengungkapkan melalui Mealk, ia mencoba membuat kategori baru sekaligus menciptakan pasar baru untuk petani sorgum, dengan cara membantu orang yang sibuk di kota besar. Tujuannya agar kebutuhan sarapan serta nutrisi orang yang sibuk tetap tercukupi.
“Kami berpikir, bagaimana kalau sarapan yang biasanya kita makan, dibuat dalam bentuk cair/minuman. Mealk tetap memiliki fungsi dan nutrisi yang sama seperti makanan, namun cara mengkonsumsinya saja yang berbeda, tinggal diminum, lebih praktis dan harganya terjangkau untuk orang yang sibuk di kota besar,” ungkapnya.
Selain itu, dengan kehadiran Mealk, salah satu tim R&D-nya akhirnya bisa mendapatkan beasiswa untuk pendidikan Master di Wageningen University, Netherlands dan salah satu pendirinya menjadi kandidat Doktor di University of Guelph, Canada yang berfokus pada fungsional sorgum di masa depan.
Tantangan utama menurutnya ada di packaging. Ini terkait dengan daya tahan Mealk yang hanya bertahan dua hari di suhu ruang, dua minggu di kulkas dan dua bulan di freezer. "Idealnya, kami menggunakan packaging tetrapak, namun investasi yang dibutuhkan sangat besar dan belum memungkinkan untuk kita saat ini. Maka itu untuk packaging kami masih menggunakan botol PET yang sesuai dengan kemampuan kami," katanya.
"Saat ini, mayoritas konsumen Mealk berada di Jabodetabek dan sebagi kecil di Surabaya dan Bali," ungkap Andhika Tambunan. Dalam memenuhi pasokan sorgum, Andhika bekerja sama dengan mitra petani yang memiliki lahan pertanian di Jombang, Jawa Timur.
Andhika mengungkapkan melalui Mealk, ia mencoba membuat kategori baru sekaligus menciptakan pasar baru untuk petani sorgum, dengan cara membantu orang yang sibuk di kota besar. Tujuannya agar kebutuhan sarapan serta nutrisi orang yang sibuk tetap tercukupi.
“Kami berpikir, bagaimana kalau sarapan yang biasanya kita makan, dibuat dalam bentuk cair/minuman. Mealk tetap memiliki fungsi dan nutrisi yang sama seperti makanan, namun cara mengkonsumsinya saja yang berbeda, tinggal diminum, lebih praktis dan harganya terjangkau untuk orang yang sibuk di kota besar,” ungkapnya.
Selain itu, dengan kehadiran Mealk, salah satu tim R&D-nya akhirnya bisa mendapatkan beasiswa untuk pendidikan Master di Wageningen University, Netherlands dan salah satu pendirinya menjadi kandidat Doktor di University of Guelph, Canada yang berfokus pada fungsional sorgum di masa depan.
Tantangan utama menurutnya ada di packaging. Ini terkait dengan daya tahan Mealk yang hanya bertahan dua hari di suhu ruang, dua minggu di kulkas dan dua bulan di freezer. "Idealnya, kami menggunakan packaging tetrapak, namun investasi yang dibutuhkan sangat besar dan belum memungkinkan untuk kita saat ini. Maka itu untuk packaging kami masih menggunakan botol PET yang sesuai dengan kemampuan kami," katanya.
Lihat Juga :