alexametrics

Ini Kondisi Bumi Jika Jentikan Jari Thanos Terjadi di Alam Nyata

loading...
Ini Kondisi Bumi Jika Jentikan Jari Thanos Terjadi di Alam Nyata
Jika jentikan jari Thanos benar-benar terjadi di alam nyata, dampaknya pun bisa jadi sangat buruk dari kekurangan makanan hingga depresi yang melanda manusia. (Smithsonian Magazine)
A+ A-
JAKARTA - Jentikan jari Thanos yang kemudian melenyapkan separuh populasi semesta memang hanya terjadi di Avengers: Infinity War yang dirilis pada 2018. Jentikan itu terjadi setelah Thanos mengenakan Sarung Tangan Keabadian lengkap dengan 6 Batu Keabadiannya. Thanos melakukan itu semua demi menyeimbangkan alam semesta.

Setelah jentikan jari itu terjadi, para penggemar pun mulai mengira-ira apa yang akan terjadi. Salah satunya adalah seperti apa Bumi pascajentikan jari tersebut. Sebuah adegan pascakredit di Ant-Man & the Wasp memperlihatkan semut raksasa tengah bermain drum di rumah Scott Lang/Ant-Man. Banyak yang berspekulasi jika itu terjadi pascajentikan jari Thanos dan terlihat bahwa lingkungan sekitarnya sepi.

Secara hitungan kasar, jentikan jari Thanos itu telah melenyapkan sekitar 3,8 miliar orang dari Bumi yang saat ini berjumlah 7,6 miliar. Angka ini sama seperti populasi Bumi pada 1970. Meskipun hanya terjadi di Marvel Cinematic Universe (MCU), akan lebih banyak yang dipertaruhkan jika hal seperti ini benar-benar terjadi. Memang, akan lebih banyak makanan untuk dimakan, tempat berlindung dan sumber daya untuk para penyintas. Namun, utopia duniawi seperti yang diantisipasi Thanos di akhir Infinity War itu hanyalah fantasi.



Seorang ilmuwan dari Jurusan Fisika UCLA, Justin Christensen, menjelaskan apa yang akan terjadi di kehidupan nyata jika jentikan jari Thanos itu benar-benar terjadi. Menurut dia, jika 50% populasi dunia dilenyapkan dalam sekejap, maka itu akan membuat Bumi kembali pada pouplasi di era 1970an. Namun, itu akan memberikan potongan cukup besar untuk dampak yang positif. Orang sepertinya akan kembali bertambah menjadi angka pada 2019 lebih cepat. Selain itu, Justin juga menyebutkan, ada sektiar 20.000 pesawat di angkasa saat ini. Jika diasumsikan seperempat dari pesawat itu akan kehilangan dua orang pilotnya dalam jentikan jari—sebagian besar pesawat punya dua pilot ataui lebih—dan sekitar 200 orang di tiap pesawat yang terkena jentikan jari tersebut, maka setengah juta orang bakal mati dalam kecelakaan pesawat. Dengan logika yang sama dan mengaplikasikannya pada lalu lintas jalan raya, kapal, kereta api dan moda transportasi lain, maka akan ada tambahan 0,3% populasi yang sekarat.

Itu bakal menjadi sangat buruk dan lebih buruk. Runtuhnya infrastruktur akan menyebabkan runtuhnya rantai suplai yang akan menyebabkan masalah akses makanan, air, obat-obatan dan kebutuhan penting lainnya. Orang yang selamat dari jentikan jari itu dan kekacauan awal terkait berisiko sekarat akibat kurangnya suplai dan event lain yang terkait.

“Tanpa ada orang yang merawat dan memperbaiki sistem vital, hal penting seperti listrik dan air bersih sepertinya akan berkurang akibat pupulasi yang ada. Banyak orang yang akan menghadapi kekurangan makanan dan suplai medis. Bagaimana orang bereaksi pada tantangan ini dan bagaimana orang akan mati karenanya sulit untuk dikatakan. Tapi, jelas akan terjadi lebih banyak kematian,” papar Justin seperti dikutip ComicBook.com.

Paparan itu hanya untuk manusia. Bagaimana kalau jentikan jari itu juga menyapu separuh seluruh bentuk kehidupan—hewan, tumbuhan, virus dan lain sebagainya? Kalau itu terjadi, maka dampaknya bakal menjadi lebih buruk. Sejumlah spesies bisa punah, yang merusak ekosistem yang sudah rapuh dalam prosesnya. Bagaimana dengan tumbuhan? Kehilangan setengah populasi tanaman akan berdampak pada makanan—atmosfir mungkin akan aman—tapi, kematian mikrobia bakal punya dampak besar bagi manusia.

Jadi, meskipun jentikan jari itu tidak terlalu menghancurkan Bumi, tapi dampak emosionalnya akan menjadi masalah sebenarnya. Kehilangan begitu banyak orang bisa berdampak pada kesehatan mental ketika orang berduka. Ini adalah sesuatu yang dilihat penulis Avengers: Infinity War dan Avengers: Endgame memunculkan masalah para reproduksi.

“Reproduksi (di Bumi) akan melambat, mungkin karena depresi,” kata dia.

Jadi seperti apa gambaran dampak jentikan jari Thanos? Semuanya akan terjawab di Avengers: Endgame yang sudah mulai tayang di bioskop.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak