Rutin Konsumsi Obat Darah Tinggi Apakah Tetap Bisa Kena Stroke?
Senin, 01 Juli 2024 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
“Karena stroke itu kan sebagian besar ada bekuan di kepala, namun bisa juga karena pendarahan di pembuluh darah otak. Jadi bisa karena sumbatan dan bisa juga karena pendarahan,” ujar Prof Zubairi, dikutip dari akun X @profesorzubairi, Minggu (30/6/2024).
Prof. Zubairi menambahkan, sumbatan tersebut penyebabnya macam-macam, mulai darah tinggi, kolesterol, hingga kencing manis. Kalau hanya hipertensi yang terkontrol namun diabetesnya masih tinggi, tentu masih bisa menyebabkan stroke.
“Demikian pula kalau penyebabnya darah kental. Misalnya ada orang dengan penyakit Polisitemia, Hb 20 kalau tidak diturunkan maka walaupun tekanan darahnya normal masih bisa terjadi stroke,” jelasnya.
“Kemudian pada orang dengan darah kental. Kemarin pada era pandemi kita takut terjadi D-dimer tinggi berarti ada darah kental. Itu bisa mudah terkena serangan jantung, stroke, ataupun emboli paru,” lanjut Prof. Zubairi.
Dalam hal ini, lanjut Prof. Zubairi, selain obat darah tinggi maka diperlukan juga obat pengencer. Nanti dokter akan memilihkan obat untuk pasien.
Prof. Zubairi menambahkan, sumbatan tersebut penyebabnya macam-macam, mulai darah tinggi, kolesterol, hingga kencing manis. Kalau hanya hipertensi yang terkontrol namun diabetesnya masih tinggi, tentu masih bisa menyebabkan stroke.
“Demikian pula kalau penyebabnya darah kental. Misalnya ada orang dengan penyakit Polisitemia, Hb 20 kalau tidak diturunkan maka walaupun tekanan darahnya normal masih bisa terjadi stroke,” jelasnya.
“Kemudian pada orang dengan darah kental. Kemarin pada era pandemi kita takut terjadi D-dimer tinggi berarti ada darah kental. Itu bisa mudah terkena serangan jantung, stroke, ataupun emboli paru,” lanjut Prof. Zubairi.
Dalam hal ini, lanjut Prof. Zubairi, selain obat darah tinggi maka diperlukan juga obat pengencer. Nanti dokter akan memilihkan obat untuk pasien.
Lihat Juga :