alexametrics

Atasi Masalah Perubahan Iklim Diperlukan Ambisi dan Keberanian

loading...
Atasi Masalah Perubahan Iklim Diperlukan Ambisi dan Keberanian
Amanda Katili dari Indonesia memaparkan kajian terkait Perubahan Iklim Regional dan Tanggung Jawab Nasional dalam diskusi panel di Brisbane, Australia. / Foto: ist
A+ A-
JAKARTA - Peraih Nobel Perdamaian yang juga mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Al Gore menyerukan agar seluruh lapisan masyarakat harus berpikir lebih berani dan lebih besar guna mengatasi ancaman perubahan iklim yang ada.

Pernyataan itu dikumandangkan Al Gore saat menjadi moderator dalam diskusi panel bertajuk Inspirasi Aksi Iklim Ambisius di Australia dan Asia Pasifik di Brisbane, Australia, 5-7 Juni 2019. Diskusi dalam rangka Pelatihan Korps Kepemimpinan Climate Reality itu diikuti sekitar 800 peserta.

Pelatihan tersebut menampilkan pejabat terpilih, pemimpin bisnis, pakar komunikasi dan ilmuwan ternama, yang memberikan keterampilan dan pengetahuan untuk mengatasi krisis iklim dan mencari solusi yang adil bagi berbagai lapisan masyarakat.

Para narasumber diskusi panel tersebut adalah pemimpin dari berbagai sektor dan geografi di Australia dan Asia Pasifik, yakni Dr. Amanda Katili Niode, Manager The Climate Reality Project Indonesia yang juga merupakan Ketua Tim Ahli Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim; Walikota Torres Strait Island, Australia, Fred Gela; Menteri Kesehatan Queensland, Dr. Steven Miles MP; serta CEO ClimateWorks Australia, Anna Skarbek.

Mereka para narasumber diminta Al Gore untuk berbagi informasi dalam menghadapi tantangan dan hal-hal yang diperlukan untuk membuat aksi iklim yang ambisius menjadi kenyataan.

Dampak iklim seperti gelombang panas yang memecahkan rekor tahun ini di Australia, naiknya permukaan laut, kekeringan, banjir, kebakaran hutan dan musim yang semakin tidak menentu menimbulkan gangguan kesehatan dan ancaman eksistensial bagi warga, terutama masyarakat adat di Australia dan kawasan Asia-Pasifik pada umumnya.

Meningkatnya suhu lautan dan pengasaman membahayakan beberapa ekosistem laut paling beragam di dunia, serta berdampak buruk bagi pasokan pangan, budaya, dan mata pencaharian satu miliar penduduk. Para narasumber pun menyampaikan tantangan perubahan iklim, serta kegiatan untuk menyikapinya baik dari sisi program maupun kebijakan.

Amanda Katili dari Indonesia memaparkan kajian terkait Perubahan Iklim Regional dan Tanggung Jawab Nasional, ketika mendapat pertanyaan khusus dari Al Gore perihal dinamika regional perubahan iklim di kawasan Asia Pasifik serta peluang yang ada untuk koordinasi yang lebih besar terkait krisis iklim.

Menurut ilmuwan James Hansen dan Makiko Sato, pemanasan global selama beberapa dekade terakhir ini cukup besar sehingga muncul perubahan iklim regional. Ada perbedaan mencolok antara negara-negara yang bertanggung jawab atas emisi karbon dioksida, gas rumah kaca penyebab perubahan iklim dengan daerah-daerah yang paling terkena dampak. Ini merupakan fakta dengan implikasi substansial untuk kebijakan energi dan iklim global.

Pemerintah Indonesia sendiri telah berkomitmen pada target pengurangan emisi gas rumah kaca ambisius dan menerapkan respons nasional yang komprehensif terhadap perubahan iklim. Peran aktor nonnegara untuk mempercepat tindakan membangun prakarsa kerja sama yang konkret, ambisius dan berkesinambungan juga diakui.

"Dalam hal inspirasi aksi iklim, Indonesia tergolong mempunyai keberanian besar dengan mencanangkan target untuk mengintegrasikan aksi iklim ke dalam agenda pembangunan nasional," tegas Amanda Katili dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews di Jakarta, Minggu (9/6).

"Inisiatif pembangunan rendah karbon yang diluncurkan di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional pada Oktober 2017 bertujuan untuk secara eksplisit memasukkan target pengurangan emisi gas rumah kaca ke dalam perencanaan kebijakan, disertai dengan berbagai intervensi untuk melestarikan dan memulihkan sumber daya alam," paparnya.

Sebagai aktor nonnegara, The Climate Reality Project Indonesia bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengarusutamakan isu krisis iklim dan solusinya di Indonesia. Terpilihnya Amanda Katili sebagai narasumber untuk kawasan Australia dan Asia Pasifik, dengan tokoh ternama Al Gore sebagai moderator merupakan pengakuan atas upaya Indonesia dalam menyikapi krisis iklim.
(nug)
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak