Kisah Frankie Banali Bersama Quiet Riot serta Kepedulian Sosialnya

Minggu, 23 Agustus 2020 - 21:31 WIB
loading...
Kisah Frankie Banali...
Selain identik dengan Quiet Riot dan musik, Frankie Banali juga dikenal sangat peduli dengan keselamatan hewan dan anak-anak. / Foto: NME
A A A
LOS ANGELES - Drummer rock asal Amerika Serikat, Frankie Banali telah berpulang pada 20 Agustus 2020 di hadapan istrinya, Regina dan putrinya, Ashley di Los Angeles. Musisi kelahiran 14 November 1951 itu pun meninggalkan cukup banyak warisan dan kisah perjalanan hidupnya.

(Baca juga: Sederet Rocker Dunia Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Frankie Banali )

Lahir di Queen, New York, dari pasangan imigran Italia, Jack dan Martha Banali, Frankie memutuskan hijrah ke Los Angeles pada 1975. Dengan kemampuan bermain drumnya, Frankie telah bermain dengan berbagai band selama empat tahun pertamanya. Salah satu band yang pernah diperkuatnya adalah Steppenwolf bersama Nick St. Nicholas dan Goldy McJohn.

Singkat cerita, sebagaimana dilansir Ultimate Classis Rock, Frankie bergabung dengan seorang vokalis bernama Kevin DuBrow, dan membentuk band DuBrow pada 1980. Sebelum dengan Frankie, DuBrow mendirikan Quiet Riot. Namun, hengkangnya gitaris Randy Rhoads dan bassis Rudy Sarzo untuk bergabung Ozzy Osbourne membuat Quiet Riot bubar.

Namun, nama band DuBrow balik lagi menjadi Quiet Riot seusai bergabungnya bassis Chuck Wright dan gitaris Carlos Cavazo pada 1982. Kematian Rhoads, membuat Sarzo meninggalkan Osbourne dan kembali lagi ke Quiet Riot untuk menggantikan posisi Wright.

Kuartet ini pun menandatangani kesepakatan dengan label indie besutan Columbia bernama Pasha Records, dan merilis Metal Health pada awal 1983. Album ini meraih kesuksesan yang luar biasa. Metal Health menjadi album heavy metal pertama yang menduduki puncak tangga album Billboard dan akhirnya terjual lebih dari 6 juta kopi atau lebih dari 10 juta di seluruh dunia.

Sayangnya, kesuksesan ini gagal diulang kembali ketika mereka merilis album Condition Critical pada 1984. Di masa-masa ini terjadi ketegangan di dalam band, sehingga membuat personelnya pecah. Meskipun begitu, Frankie masih tetap bertahan di band. Pada 1989, Quiet Riot bubar setelah tur mempromosikan album self-titled mereka, yang dirilis Oktober 1988.

(Baca juga: Sebelum Meninggal, Frankie Banali Sudah Siapkan Pemakaman seperti Ronnie James Dio )

Di tengah penggarapan album self-titled Quiet Riot, Frankie juga mengisi drum dalam album The Headless Children milik W.A.S.P. Saat Quiet Riot bubar pada 1989, Frankie pun memperkuat band heavy metal W.A.S.P. Frankie juga sempat mengisi posisi drum Faster Pussycat untuk menggantikan Mark Michals yang dipecat.

Pada 1993, Frankie bergabung kembali dengan Quiet Riot setelah Bobby Rondinelli keluar dari band untuk bergabung dengan Black Sabbath. Pada 1994, Frankie juga mengambil alih posisi manajer band, mengawasi keputusan bisnis band. Setelah tiga album dan banyak mengubah formasi band, termasuk reuni lineup Metal Health, Quiet Riot kembali bubar pada 2003.

Selang setahun kemudian, tepatnya Oktober 2004, Frankie dan DuBrow mereformasi Quiet Riot dengan bassis Chuck Wright dan gitaris baru Alex Grossi. Dengan formasi ini, mereka sempat merilis satu album, Rehab pada 2006, sebelum DuBrow meninggal pada November 2007. Banali mengumumkan pembubaran Quiet Riot pada 14 Januari 2008.

Dan setelahnya, Quiet Riot berjalan dengan pembubaran dan bangkit kembali, hingga akhirnya merilis album 10 pada 2014. Album ini pun menjadi album perdana Quiet Riot dalam kurun delapan tahun. Kisah band ini pun dibuat menjadi film dokumenter Quiet Riot: Well Now You're Here, There No Way Back pada 2015. Film ini disutradarai Regina Russell, yang akhirnya menikah dengan Frankie akhir 2015.

Selain identik dengan Quiet Riot dan musik, Frankie dikenal sangat peduli dengan hewan dan anak-anak. Tidak hanya juru bicara Pancreatic Cancer Action Network, Frankie juga sangat bersemangat untuk penyelamatan hewan dan merupakan sponsor Children International. Donasi atas namanya pun didorong untuk Fixnation.org, Aspca.org, Pancan.org atau Children.org.

Dengan seluruh aktivitasnya itu, Frankie berharap agar semua orang menjadi pendukung kesehatannya sendiri untuk deteksi dini, sehinggamerekabisa hidup lama dan menyelamatkan banyak hewan.

Frankie kali pertama diketahui menderita kanker pankreas stadium IV pada 17 April 2019. Kala itu, dia didiagnosis menderita kanker pankreas setelah pergi ke ruang gawat darurat karena sesak napas, nyeri kaki, dan kehilangan tenaga. Dia pun tercatat melakukan pertempuran 16 bulan yang penuh inspirasi dan berani sampai akhir pertarungannya.

(Baca juga: Frankie Banali Wafat karena Kanker Pankreas, Begini Gejala Umumnya )

Ayah Frankie, Jack Banali diketahui juga meninggal dunia karena kanker pankreas pada 1974. Sementara sang ibu, Martha tutup usia setelah delapan tahun berjuang melawan kanker payudara. Ibu Frankie tutup usia pada 14 November 1990 atau ketika Frankie merayakan ulang tahun ke-39.

Sebelum menikahi Regina pada 2015, Frankie juga pernah menikah dengan Karen pada 1994. Dia dianugerahi seorang putri bernama Ashley pada 17 Februari 1997. Namun, pada 14 April 2009, Karen berpulang karena gagal jantung di usia 40 tahun.

(Dirangkum dari berbagai sumber)
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belum Move On, Aji Darmaji...
Belum Move On, Aji Darmaji Tak Kuat Lihat Rumah Lama dengan Mpok Alpa di Ciganjur
Lewat Jalur Independen,...
Lewat Jalur Independen, Luki Murdianto Perkenalkan Karya Musik Asal Banten ke Kancah Nasional
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Daveigh Chase, Pemeran...
Daveigh Chase, Pemeran 'The Ring' dan Pengisi Suara 'Lilo & Stitch' Meninggal Dunia
Penyanyi Oliver Tree...
Penyanyi Oliver Tree Dikabarkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
Baskara Putra Raih Penghargaan...
Baskara Putra Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Jepang Lewat Lagu 'everything u are'
Jejak Pendidikan Vidi...
Jejak Pendidikan Vidi Aldiano, Lulusan S2 University of Manchester
Ramadhan Jazz Festival...
Ramadhan Jazz Festival ke-15 Hadirkan Musik dan Aksi Sosial di Masjid Cut Meutia
Isak Tangis Selimuti...
Isak Tangis Selimuti Rumah Duka Gary Iskak
Rekomendasi
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
Industri Perfilman Indonesia...
Industri Perfilman Indonesia Masuki Era Baru Pendanaan Digital, Puluhan Proyek Film Siap Dikembangkan
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved