Apa Itu Fenomena Aphelion yang Terjadi Tiap Bulan Juli?
Selasa, 16 Juli 2024 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa ilmuwan mengatakan, peristiwa alam tersebut tak berdampak apa pun pada cuaca di bumi, selain penampakan matahari yang terlihat lebih kecil. Menurut BMKG, saat terjadi aphelion, diameter matahari memang seolah-olah menyusut sekitar 1,68 persen.
BMKG menegaskan, anggapan masyarakat bahwa fenomena aphelion berdampak pada menurunnya suhu di permukaan bumi sehingga cuaca di planet kita ini menjadi lebih dingin tidaklah benar. Karena pada dasarnya paparan sinar matahari yang sampai ke bumi tak mengalami dampak yang signifikan saat fenomena tersebut terjadi.
Baca Juga: Dieng Kembali Membeku, Embun Es Tebal Selimuti Padang Rumput dan Mobil yang Terparkir
Jika pada bulan Juli ini wilayah di Indonesia terasa lebih dingin, bahkan muncul embun yang membeku alias menjadi es di dataran tinggi, hal itu disebabkan oleh musim yang terjadi di benua Australia.
Bulan Juli di belahan bumi utara merupakan periode puncak musim panas. Sementara di Australia yang masuk di belahan bumi selatan, sedang mengalami musim dingin. Cuaca dingin di Australia terbawa ke sebagian wilayah Indonesia karena ada pergerakan massa udara yang disebut monsun.
Udara yang bergerak dari Australia menuju wilayah Nusantara yang melewati perairan Samudera Indonesia juga relatif dingin. Faktor inilah yang membuat suhu di wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa menjadi lebih dingin.
BMKG menegaskan, anggapan masyarakat bahwa fenomena aphelion berdampak pada menurunnya suhu di permukaan bumi sehingga cuaca di planet kita ini menjadi lebih dingin tidaklah benar. Karena pada dasarnya paparan sinar matahari yang sampai ke bumi tak mengalami dampak yang signifikan saat fenomena tersebut terjadi.
Baca Juga: Dieng Kembali Membeku, Embun Es Tebal Selimuti Padang Rumput dan Mobil yang Terparkir
Jika pada bulan Juli ini wilayah di Indonesia terasa lebih dingin, bahkan muncul embun yang membeku alias menjadi es di dataran tinggi, hal itu disebabkan oleh musim yang terjadi di benua Australia.
Bulan Juli di belahan bumi utara merupakan periode puncak musim panas. Sementara di Australia yang masuk di belahan bumi selatan, sedang mengalami musim dingin. Cuaca dingin di Australia terbawa ke sebagian wilayah Indonesia karena ada pergerakan massa udara yang disebut monsun.
Udara yang bergerak dari Australia menuju wilayah Nusantara yang melewati perairan Samudera Indonesia juga relatif dingin. Faktor inilah yang membuat suhu di wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa menjadi lebih dingin.
(tsa)
Lihat Juga :