Perlu Diajarkan ke Anak Sejak Dini, Edukasi Seks Bukan Hal Tabu
Senin, 24 Agustus 2020 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Alangkah baiknya kalau orang tua bisa mendampingi anak yang akan mengakses media sosial sehingga anak tidak terpapar konten yang belum seharusnya mereka lihat. Dikatakan dr Eva, edukasi seks sendiri bagi anak bisa dimulai sejak usia 12 bulan. Di usia 2-3 tahun, anak sudah mulai diajari cara membedakan jenis kelamin perempuan atau laki-laki. (Baca juga: Kapal Perang Paling Berbahaya Rusia Admiral Nakhirov Siap Dimunculkan Lagi)
Di usia ini mereka umumnya masih dibantu untuk buang air kecil atau besar. Nah, orang tua bisa sekalian mengenalkan bahwa ini namanya vagina atau penis, dan tidak boleh dipegang atau dilihat orang lain. Ini menandakan kamu laki-laki atau perempuan.
Sementara di usia prasekolah, anak diberi batasan terkait siapa yang boleh pegang atau lihat dia ketika tidak mengenakan busana, dan kenalkan rasa malu sehingga anak tidak sembarangan membuka baju di hadapan orang lain ketika akan mandi atau berganti pakaian.
Menginjak usia 6-8 tahun, barulah orang tua bisa menjelaskan jika sang anak bertanya mengapa bisa ada adik bayi di perut ibu. Tapi kalaupun anak tidak bertanya, orang tua bisa menjelaskan tentang hal ini di usia pubertas. Misalkan anak bertanya pertanyaan kritis, seperti dari mana datangnya adik bayi, sebaiknya orang tua balas bertanya apa yang ia ketahui tentang itu. Barulah orang tua kemudian meluruskan dengan bahasa yang mudah dipahami anak. (Lihat videonya: Pembunuh Keji Satu Keluarga di Sukoharjo Ditangkap)
Sementara itu, Nadine Thornhill, edukator seks, mengatakan, orang tua seharusnya menjelaskan kepada anak perihal konten pornografi yang ada di internet. “Jelaskan dengan tenang bahwa itu website tentang orang dewasa dan hanya orang dewasa yang boleh mengaksesnya,” ujarnya, dikutip dari Todaysparent.
Mengenalkan kepada anak internet agar ia melek digital, bukanlah hal yang salah. Namun, orang tua tetap harus mengawasi dan membimbing anak agar dia tidak terpapar materi pornografi yang akan membawa akibat buruk baginya kelak. (Sri Noviarni)
Tips Aman Ajarkan Seks kepada anak
Berikut adalah beberapa tips dalam menyampaikan edukasi seks kepada anak dikutip dari Aboutkidshealth:
Di usia ini mereka umumnya masih dibantu untuk buang air kecil atau besar. Nah, orang tua bisa sekalian mengenalkan bahwa ini namanya vagina atau penis, dan tidak boleh dipegang atau dilihat orang lain. Ini menandakan kamu laki-laki atau perempuan.
Sementara di usia prasekolah, anak diberi batasan terkait siapa yang boleh pegang atau lihat dia ketika tidak mengenakan busana, dan kenalkan rasa malu sehingga anak tidak sembarangan membuka baju di hadapan orang lain ketika akan mandi atau berganti pakaian.
Menginjak usia 6-8 tahun, barulah orang tua bisa menjelaskan jika sang anak bertanya mengapa bisa ada adik bayi di perut ibu. Tapi kalaupun anak tidak bertanya, orang tua bisa menjelaskan tentang hal ini di usia pubertas. Misalkan anak bertanya pertanyaan kritis, seperti dari mana datangnya adik bayi, sebaiknya orang tua balas bertanya apa yang ia ketahui tentang itu. Barulah orang tua kemudian meluruskan dengan bahasa yang mudah dipahami anak. (Lihat videonya: Pembunuh Keji Satu Keluarga di Sukoharjo Ditangkap)
Sementara itu, Nadine Thornhill, edukator seks, mengatakan, orang tua seharusnya menjelaskan kepada anak perihal konten pornografi yang ada di internet. “Jelaskan dengan tenang bahwa itu website tentang orang dewasa dan hanya orang dewasa yang boleh mengaksesnya,” ujarnya, dikutip dari Todaysparent.
Mengenalkan kepada anak internet agar ia melek digital, bukanlah hal yang salah. Namun, orang tua tetap harus mengawasi dan membimbing anak agar dia tidak terpapar materi pornografi yang akan membawa akibat buruk baginya kelak. (Sri Noviarni)
Tips Aman Ajarkan Seks kepada anak
Berikut adalah beberapa tips dalam menyampaikan edukasi seks kepada anak dikutip dari Aboutkidshealth:
Lihat Juga :