Perlu Diajarkan ke Anak Sejak Dini, Edukasi Seks Bukan Hal Tabu
Senin, 24 Agustus 2020 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
1. Pikirkan bagaimana Anda sendiri dikenalkan kepada seks sewaktu kecil. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah menginginkan anak mendapatkan pengalaman yang serupa atau berbeda.
2. Jelaskan anak sesuai dengan usianya. Tidak perlu memberikan jawaban atas suatu pertanyaan yang belum ia tanyakan. Jangan menjejali mereka dengan terlalu banyak informasi.
3. Ketika anak bertanya tentang seks, tanya kembali kepada mereka apa yang mereka sudah ketahui atau dengar sejauh ini. Dari sini Anda bisa mengoreksi misinformasi dari permulaan. Dengan berdialog juga memberikan Anda waktu untuk berpikir. Amat penting untuk mengetahui apa yang anak ketahui.
4. Anak bisa tahu jika orang tua berbohong. Kalau sudah begitu, salah-salah anak malah tidak akan percaya dengan orang tua dan tidak ingin menerima informasi dari Anda. Kalau Anda tidak tahu, katakan saja sejujurnya, dan Anda bisa mencari jawabannya dengan anak bersama di internet atau buku.
5. Anda bisa mendapatkan panduan mengenalkan edukasi seks kepada anak lewat buku.
6. Jika anak belum lagi bertanya tentang seks, maka Andalah yang mengawalinya. Beberapa anak cenderung pemalu. Jangan menunggu, berinisiatiflah untuk memulai. Tanyakan apa yang mereka ketahui. Anda bisa mengambil contoh dari hewan yang berkembang biak untuk meneruskan generasinya.
7. Jangan kaget jika sedang berada di tempat umum tiba-tiba anak bertanya dari mana datangnya adik bayi. Anda tidak harus langsung menjelaskan. Katakan,”Pertanyaan bagus nanti ibu jawab di mobil yah”. Momen seperti ini adalah kesempatan baik untuk menjelaskannya.
8. Perlu diingat bahwa edukasi seks adalah proses yang berkelanjutan. Anak butuh informasi yang diulang agar paham. (Sri Noviarni)
2. Jelaskan anak sesuai dengan usianya. Tidak perlu memberikan jawaban atas suatu pertanyaan yang belum ia tanyakan. Jangan menjejali mereka dengan terlalu banyak informasi.
3. Ketika anak bertanya tentang seks, tanya kembali kepada mereka apa yang mereka sudah ketahui atau dengar sejauh ini. Dari sini Anda bisa mengoreksi misinformasi dari permulaan. Dengan berdialog juga memberikan Anda waktu untuk berpikir. Amat penting untuk mengetahui apa yang anak ketahui.
4. Anak bisa tahu jika orang tua berbohong. Kalau sudah begitu, salah-salah anak malah tidak akan percaya dengan orang tua dan tidak ingin menerima informasi dari Anda. Kalau Anda tidak tahu, katakan saja sejujurnya, dan Anda bisa mencari jawabannya dengan anak bersama di internet atau buku.
5. Anda bisa mendapatkan panduan mengenalkan edukasi seks kepada anak lewat buku.
6. Jika anak belum lagi bertanya tentang seks, maka Andalah yang mengawalinya. Beberapa anak cenderung pemalu. Jangan menunggu, berinisiatiflah untuk memulai. Tanyakan apa yang mereka ketahui. Anda bisa mengambil contoh dari hewan yang berkembang biak untuk meneruskan generasinya.
7. Jangan kaget jika sedang berada di tempat umum tiba-tiba anak bertanya dari mana datangnya adik bayi. Anda tidak harus langsung menjelaskan. Katakan,”Pertanyaan bagus nanti ibu jawab di mobil yah”. Momen seperti ini adalah kesempatan baik untuk menjelaskannya.
8. Perlu diingat bahwa edukasi seks adalah proses yang berkelanjutan. Anak butuh informasi yang diulang agar paham. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :