Deteksi Asma Sejak Dini, Skrining PARS Efektif bagi Anak

Rabu, 07 Agustus 2024 - 01:30 WIB
loading...
Deteksi Asma Sejak Dini,...
Penyakit asma pada anak perlu menjadi perhatian karena berkaitan tumbuh kembang. Masalah paru-paru akibat peradangan bronkus menyebabkan kesulitan bernafas. Foto/Childrens Mercy Kansas City
A A A
JAKARTA - Penyakit asma pada anak perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan proses tumbuh kembang mereka. Masalah paru-paru akibat peradangan pada bronkus dapat menyebabkan kesulitan bernafas, yang dapat mengganggu aktivitas, rutinitas, dan kualitas hidup anak.

Menurut Dokter Spesialis Paru Anak Prof. DR. dr. Bambang Supriyatno, Sp.A(K), penyempitan atau pembengkakan bronkus menyebabkan produksi lendir berlebihan dan kesulitan bernafas. Gejala utama asma adalah batuk, wheezing, sesak napas, dan rasa tertekan di dada.

Masih banyak yang belum memahami kondisi asma, terutama sensitisasi atau proses yang membuat seseorang menjadi sensitif terhadap pencetus asma.

"Sayangnya masih banyak yang belum memahami mengenai kondisi asma, terutama sensitisasi atau proses yang membuat keadaan seseorang menjadi sensitif akan pencetus asma," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut.

Baca Juga: 11 Pekerjaan yang Berisiko Terkena Asma, Penata Rambut Paling Rentan

"Pada akhirnya asma tidak terdeteksi sejak dini, padahal ini penting," sambungnya.

Penelitian Yunginger menyebutkan bahwa asma dimulai sejak usia dini dengan insidensi tertinggi pada anak prasekolah (<6 tahun). Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 877.531 penderita asma di Indonesia, dengan angka tertinggi di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Data SKI 2023 menunjukkan bahwa penderita asma anak pada usia kurang satu tahun mencapai 11.518 anak, usia 1-4 tahun 59.253 anak, dan usia 5-14 tahun 138.465 anak. Proporsi kekambuhan asma dalam 12 bulan terakhir masih tinggi, terutama pada usia 1-4 tahun yang mencapai 66 persen.

Prof Bambang menekankan pentingnya deteksi dini asma untuk mencegah sensitisasi terhadap alergen sejak masa kehamilan. Salah satu metode deteksi adalah Skrining Risiko Asma Pediatrik (PARS), yang membantu menentukan risiko asma pada anak.

Baca Juga: Waspada! Gelombang Panas Bisa Picu Kekambuhan Asma

PARS dinilai lebih baik daripada Asthma Predictive Index (API) dalam memprediksi risiko asma pada anak-anak.

Studi terbaru yang diterbitkan di NEJM Evidence pada 4 Agustus 2023 menunjukkan bahwa PARS berkinerja baik dalam memperkirakan risiko asma pada anak-anak dari berbagai latar belakang. Lebih dari 33.200 klinisi, orang tua, mahasiswa, dan peneliti telah mengakses PARS di lebih dari 160 negara.

Skrining PARS dapat menjadi dasar untuk pengobatan dan pencegahan serangan asma, termasuk menghindari alergen seperti debu rumah, bulu binatang, dan polusi udara. Prof Bambang juga menyoroti polusi udara di Jakarta dan infeksi pernapasan akibat virus sebagai pencetus asma.

"Faktor pencetus asma itu misalnya seperti debu rumah, alergen dari bulu bintang ataupun polusi udara. Baik itu dari asap rokok, asap kayu ataupun polusi udara di luar ruangan karena buangan kendaraan bermotor misalnya," jelasnya.

Baca Juga: Tinggal di Perkotaan Tingkatkan Risiko Terkena Asma

"Bahkan tingkat polusi udara di Jakarta yang tinggi dan hingga infeksi pernafasan akibat virus yang bisa menjadi pencetus," pungkasnya.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Jerinx SID Curhat Ingin...
Jerinx SID Curhat Ingin Punya Anak di Usia 50 Tahun, Netizen Ramai Beri Dukungan
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
Rekomendasi
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Jenderal Sigit Tegaskan...
Jenderal Sigit Tegaskan Polri Tidak Sembarangan Tempatkan Personel di Luar Struktur
Berita Terkini
Viral Thania Pijiti...
Viral Thania Pijiti Pacar Sarwendah, Ruben Onsu Khawatir Kehilangan Peran sebagai Ayah
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Isu Suap Bea Cukai, Hotman Paris: Bawa Buktimu!
Sambut Konser Comeback...
Sambut Konser Comeback BTS di Busan, Kampus dan Kuil Disulap Jadi Penginapan Murah
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
Ariana Grande dan Ethan...
Ariana Grande dan Ethan Slater Dikabarkan Putus Setelah Tiga Tahun Pacaran
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Awkarin hingga Sara Gibson
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved