Stres Dapat Memperburuk Gagal Jantung
Selasa, 25 Agustus 2020 - 13:03 WIB
loading...
Jika Anda menderita gagal jantung, cobalah untuk tetap tenang. Pasalnya, stres dan kemarahan dapat memperburuk kondisi jantung Anda. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Jika Anda menderita gagal jantung, cobalah untuk tetap tenang. Pasalnya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa stres dan kemarahan dapat memperburuk kondisi Anda.
Stres mental umum terjadi pada pasien gagal jantung karena kompleksitas penanganan penyakit, fungsi yang semakin memburuk, dan masalah medis yang sering terjadi serta rawat inap. Hal itu diungkap penulis utama Kristie Harris, rekan postdoctoral dalam kedokteran kardiovaskular di Yale University di New Haven, Conn.
"Kami memiliki bukti bahwa pasien yang mengalami peningkatan stres kronis mengalami perjalanan penyakit yang lebih memberatkan dengan kualitas hidup yang menurun dan peningkatan risiko efek samping," kata Harris dilansir dari WebMD.
"Mengklarifikasi jalur perilaku dan fisiologis yang relevan sangat penting terutama di era COVID-19 ketika stresor khas gagal jantung dapat semakin diperparah oleh stres terkait pandemi," tambah Harris. (Baca juga: Studi: Cegukan Jadi Gejala Baru COVID-19 ).
Studi baru ini melibatkan 24 pasien gagal jantung yang menyelesaikan kuesioner harian selama satu minggu tentang stres, kemarahan dan emosi negatif mereka. Kemudian dilanjutkan dengan tes stres mental di mana pasien memecahkan masalah matematika dan menggambarkan pengalaman stres baru-baru ini. Ekokardiogram dilakukan untuk menilai fungsi jantung diastolik saat istirahat dan selama stres.
Stres mental umum terjadi pada pasien gagal jantung karena kompleksitas penanganan penyakit, fungsi yang semakin memburuk, dan masalah medis yang sering terjadi serta rawat inap. Hal itu diungkap penulis utama Kristie Harris, rekan postdoctoral dalam kedokteran kardiovaskular di Yale University di New Haven, Conn.
"Kami memiliki bukti bahwa pasien yang mengalami peningkatan stres kronis mengalami perjalanan penyakit yang lebih memberatkan dengan kualitas hidup yang menurun dan peningkatan risiko efek samping," kata Harris dilansir dari WebMD.
"Mengklarifikasi jalur perilaku dan fisiologis yang relevan sangat penting terutama di era COVID-19 ketika stresor khas gagal jantung dapat semakin diperparah oleh stres terkait pandemi," tambah Harris. (Baca juga: Studi: Cegukan Jadi Gejala Baru COVID-19 ).
Studi baru ini melibatkan 24 pasien gagal jantung yang menyelesaikan kuesioner harian selama satu minggu tentang stres, kemarahan dan emosi negatif mereka. Kemudian dilanjutkan dengan tes stres mental di mana pasien memecahkan masalah matematika dan menggambarkan pengalaman stres baru-baru ini. Ekokardiogram dilakukan untuk menilai fungsi jantung diastolik saat istirahat dan selama stres.
Lihat Juga :