Cegah Perkembangan Talasemia, Cordlife Hadirkan Laboratorium Medis Patologi Klinik untuk Skrining
Senin, 12 Agustus 2024 - 22:34 WIB
loading...
A
A
A
"Penyakit ini tentunya bisa mendapatkan penanganan cepat melalui deteksi dini, serta melakukan pemeriksaan riwayat penyakit keluarga yang anemia atau pasien Talasemia," katanya.
Tanda dan gejala Talasemia di antaranya lemas, mudah lelah, kulit pucat atau kekuningan, kelainan bentuk tulang wajah, pertumbuhan yang lambat, pembengkakan pada perut, dan urin berwarna gelap. Jika dibiarkan dalam waktu lama, maka bisa terjadi komplikasi seperti penumpukan zat besi di dalam tubuh akibat transfusi yang sering dilakukan.
Dalam perjalanan penyakitnya, pasien dengan Talasemia dapat mengalami kelainan bentuk tulang, pembesaran limpa, gangguan pertumbuhan, dan masalah jantung. Hal ini tentunya akan sangat menurunkan kualitas hidup seorang anak.
Itu sebabnya, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan Talasemia. Apalagi Indonesia merupakan negara yang berada di sabuk Talasemia, sebutan bagi negara-negara dengan jumlah orang pembawa gen Talasemia yang tinggi.
Di sinilah pentingnya pemeriksaan skrining untuk mengetahui apakah seseorang merupakan pembawa sifat genetik Talasemia. Idealnya, pemeriksaan ini dilakukan oleh semua orang sebelum mereka memutuskan untuk menikah dan memiliki anak.
"Sudah selayaknya semua orang di Indonesia mengetahui status Talasemia dirinya sendiri,” kata dr. Meri.
Tanda dan gejala Talasemia di antaranya lemas, mudah lelah, kulit pucat atau kekuningan, kelainan bentuk tulang wajah, pertumbuhan yang lambat, pembengkakan pada perut, dan urin berwarna gelap. Jika dibiarkan dalam waktu lama, maka bisa terjadi komplikasi seperti penumpukan zat besi di dalam tubuh akibat transfusi yang sering dilakukan.
Dalam perjalanan penyakitnya, pasien dengan Talasemia dapat mengalami kelainan bentuk tulang, pembesaran limpa, gangguan pertumbuhan, dan masalah jantung. Hal ini tentunya akan sangat menurunkan kualitas hidup seorang anak.
Itu sebabnya, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan Talasemia. Apalagi Indonesia merupakan negara yang berada di sabuk Talasemia, sebutan bagi negara-negara dengan jumlah orang pembawa gen Talasemia yang tinggi.
Di sinilah pentingnya pemeriksaan skrining untuk mengetahui apakah seseorang merupakan pembawa sifat genetik Talasemia. Idealnya, pemeriksaan ini dilakukan oleh semua orang sebelum mereka memutuskan untuk menikah dan memiliki anak.
"Sudah selayaknya semua orang di Indonesia mengetahui status Talasemia dirinya sendiri,” kata dr. Meri.
Lihat Juga :