5 Bahaya BPA untuk Kesehatan, Risiko Ganggu Kesuburan hingga Kanker
Rabu, 17 Juli 2024 - 23:23 WIB
loading...
Belakangan pembahasan mengenai bahaya Bisfenol A (BPA) pada air minum dalam kemasan (AMDK) sedang hangat diperbincangkan. Foto Ilustrasi/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Belakangan pembahasan mengenai bahaya Bisfenol A (BPA) pada air minum dalam kemasan (AMDK) sedang hangat diperbincangkan. Hal ini lantaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan aturan baru terkait hal tersebut.
Dalam aturan baru itu disebutkan, BPOM kini mewajibkan pencantuman potensi bahaya BPA pada AMDK yang memakai kemasan polikarbonat.
Seperti diketahui, banyak sumber berbahan plastik yang menjadi asal paparan BPA. Intensitas dan risiko yang paling signifikan salah satunya adalah galon air minum yang digunakan ulang.
Baca Juga: Kenali Ringworm, Penyakit Kulit yang Belakangan Viral di Kalangan Anggota Gym
Lantas, apa saja bahaya BPA bagi kesehatan? Berikut di antaranya, melansir dari berbagai sumber, Rabu (17/7/2024).
Dalam aturan baru itu disebutkan, BPOM kini mewajibkan pencantuman potensi bahaya BPA pada AMDK yang memakai kemasan polikarbonat.
Seperti diketahui, banyak sumber berbahan plastik yang menjadi asal paparan BPA. Intensitas dan risiko yang paling signifikan salah satunya adalah galon air minum yang digunakan ulang.
Baca Juga: Kenali Ringworm, Penyakit Kulit yang Belakangan Viral di Kalangan Anggota Gym
Lantas, apa saja bahaya BPA bagi kesehatan? Berikut di antaranya, melansir dari berbagai sumber, Rabu (17/7/2024).
1. Mengganggu Fungsi Otak
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Duke University Medical Center, terungkap bahwa kehadiran BPA menghambat ekskresi klorida dari sistem saraf pusat dan mengganggu kerja otak dalam mengatur gen. Ekskresi klorida yang terhambat ini dikenal sebagai salah satu poin utama pemicu terjadinya demensia, kondisi Alzheimer, dan berbagai gangguan kognitif lain.2. Gangguan Kesuburan
BPA juga bisa memicu peradangan, sehingga membuat berbagai organ tubuh lebih mudah rusak. Jika kerusakan terjadi pada organ reproduksi, hal ini bisa menyebabkan masalah kesuburan pada pria dan wanita.Lihat Juga :