Cara Mengatasi Sindrom Baby Blues
Kamis, 27 Agustus 2020 - 13:40 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - ASI memang yang paling baik, namun menyusui tidaklah semudah yang dibayangkan. Sejumlah ibu mengalami tantangan dalam menyusui, terbukti dari survey yang dilakukan oleh Teman Bumil pada lebih dari 2.000 ibu di seluruh Indonesia. Sekitar 71,4% ibu mengaku menghadapi tantangan menyusui yang tidak mereka perkirakan sebelumnya.
Perjuangan menyusui terasa sulit bukan karena menghadapi sang Bayi, tetapi akibat tekanan dari orang-orang sekitar yang memengaruhi mental mereka. Faktor terbesar yang membuat mereka kesulitan menyusui, diakui oleh 52,3% responden, adalah tekanan mental. Hal ini berbentuk kekhawatiran ASI kurang, tekanan dari orang sekitar, serta tidak percaya diri. (Baca: Bunda, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Baby Blues)
Tidak jarang, hal inilah yang bisa memicu sindrom baby blues hingga postpartum depression (PPD) bila tidak ditangani dengan baik. Dalam Jurnal Nursing for Women's Health 2011, dijelaskan bahwa tekanan psikologis untuk menyusui secara eksklusif, bisa berkontribusi pada gejala depresi pascapartum pada ibu baru yang tidak dapat mencapai niat menyusui mereka.
Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa ibu dengan pengalaman menyusui yang negatif, lebih mungkin mengalami gejala depresi. Dikatakan psikolog keluarga Cecilia H.E Sinaga dari President Special Needs Center, perasaan negatif seperti marah atau sedih yang dirasakan oleh ibu baru, bisa dipicu oleh beberapa faktor.
“Perasaan gagal, tidak sempurna, bahkan marah kepada diri sendiri, sangat wajar dirasakan oleh wanita yang berada di masa transisi menjadi ibu,” ujarnya dari siaran pers yang diterima.
Perjuangan menyusui terasa sulit bukan karena menghadapi sang Bayi, tetapi akibat tekanan dari orang-orang sekitar yang memengaruhi mental mereka. Faktor terbesar yang membuat mereka kesulitan menyusui, diakui oleh 52,3% responden, adalah tekanan mental. Hal ini berbentuk kekhawatiran ASI kurang, tekanan dari orang sekitar, serta tidak percaya diri. (Baca: Bunda, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Baby Blues)
Tidak jarang, hal inilah yang bisa memicu sindrom baby blues hingga postpartum depression (PPD) bila tidak ditangani dengan baik. Dalam Jurnal Nursing for Women's Health 2011, dijelaskan bahwa tekanan psikologis untuk menyusui secara eksklusif, bisa berkontribusi pada gejala depresi pascapartum pada ibu baru yang tidak dapat mencapai niat menyusui mereka.
Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa ibu dengan pengalaman menyusui yang negatif, lebih mungkin mengalami gejala depresi. Dikatakan psikolog keluarga Cecilia H.E Sinaga dari President Special Needs Center, perasaan negatif seperti marah atau sedih yang dirasakan oleh ibu baru, bisa dipicu oleh beberapa faktor.
“Perasaan gagal, tidak sempurna, bahkan marah kepada diri sendiri, sangat wajar dirasakan oleh wanita yang berada di masa transisi menjadi ibu,” ujarnya dari siaran pers yang diterima.
Lihat Juga :