Penggunaan Antibiotik Tidak Bijak Picu Resistensi, Kemenkes Beri Peringatan Keras
Kamis, 19 September 2024 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dr. Azhar, penegakan diagnosis bisa menjadi lambat. Pasalnya, dibutuhkan pemeriksaan kultur dan uji kepekaan dalam menegakkan diagnosis pasien infeksi lama. Di mana, untuk pemeriksaan tersebut memerlukan waktu. Sehingga memperlambat perawatan yang tepat. Kemudian, dibutuhkan komitmen pimpinan rumah sakit untuk optimalisasi fungsi laboratorium.
Faktor lainnya terkait dengan efek samping. Pengobatan resistensi antimikroba sering kali memerlukan antibiotik dengan efek samping yang berat atau risiko toksisitas. Selain itu, infeksi resistensi antimikroba dapat menyebar cepat. Terutama di lingkungan rumah sakit sehingga memerlukan langkah-langkah pengendalian infeksi yang ketat.
Baca Juga: 5 Mitos Soal Antibiotik yang Tak terbukti Kebenarannya, Jangan Dipercaya
“Kelima, biaya tinggi. Karena perawatan AMR membutuhkan waktu yang lama sehingga pengobatan AMR menjadi sangat mahal, produktivitas pasien dan keluarga penunggu menurun, serta membebani pasien dan jaminan kesehatan,” tandasnya.
Faktor lainnya terkait dengan efek samping. Pengobatan resistensi antimikroba sering kali memerlukan antibiotik dengan efek samping yang berat atau risiko toksisitas. Selain itu, infeksi resistensi antimikroba dapat menyebar cepat. Terutama di lingkungan rumah sakit sehingga memerlukan langkah-langkah pengendalian infeksi yang ketat.
Baca Juga: 5 Mitos Soal Antibiotik yang Tak terbukti Kebenarannya, Jangan Dipercaya
“Kelima, biaya tinggi. Karena perawatan AMR membutuhkan waktu yang lama sehingga pengobatan AMR menjadi sangat mahal, produktivitas pasien dan keluarga penunggu menurun, serta membebani pasien dan jaminan kesehatan,” tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :