Mengenal Perintis Konsep Pertanian Organis di Indonesia
Rabu, 13 November 2024 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Produksi Agatho Organic Farm Eji Suradji menambahkan, Pastor Agatho mempelajari pertanian organis secara khusus di Swiss.
“Pastor Agatho juga terinspirasi oleh tulisan dalam buku The One-Straw Revolution atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesianya adalah Revolusi Sebatang Jerami karya Masanobu Fukuoka, pelopor pertanian organis di Jepang. Disebutkan bahwa pertanian itu bukan teknik bertani saja, namun sikap yang menghargai alam dan seisinya. Misalnya tidak menggunakan pengendali nabati, namun menggunakan pupuk dari sumber alam seperti pupuk kandang dari kotoran ayam,” beber Eji.
Luas lahan Agatho Organic Farm mencapai 13,8 hektar yang meliputi tanah dan bangunan. Sementara petani yang mengelola lahan pertanian ini berjumlah 68 orang, yang terdiri dari 38 orang karyawan dan 30 petani plasma.
"Istilah petani plasma ini, para petani yang khusus direkrut di luar karyawan. Biasanya mereka pernah bekerja di Agatho Organic Farm. Para petani ini bertugas mengelola plasma, menanam, merawat dan panen setiap Senin dan Kamis,” ungkap Bendahara Yayasan Bina Sarana Bakti Christiana Citra Nariswari.
Menurut Sekretaris Yayasan Bina Sarana Bakti Apri Larastio, Agatho Organic Farm adalah pionir pertanian organis di Indonesia dan hingga kini konsisten menerapkan pertanian organis.
"Kata organis merujuk pada pertanian yang mempedulikan makhluk hidup lainnya," imbuh Apri.
“Pastor Agatho juga terinspirasi oleh tulisan dalam buku The One-Straw Revolution atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesianya adalah Revolusi Sebatang Jerami karya Masanobu Fukuoka, pelopor pertanian organis di Jepang. Disebutkan bahwa pertanian itu bukan teknik bertani saja, namun sikap yang menghargai alam dan seisinya. Misalnya tidak menggunakan pengendali nabati, namun menggunakan pupuk dari sumber alam seperti pupuk kandang dari kotoran ayam,” beber Eji.
Luas lahan Agatho Organic Farm mencapai 13,8 hektar yang meliputi tanah dan bangunan. Sementara petani yang mengelola lahan pertanian ini berjumlah 68 orang, yang terdiri dari 38 orang karyawan dan 30 petani plasma.
"Istilah petani plasma ini, para petani yang khusus direkrut di luar karyawan. Biasanya mereka pernah bekerja di Agatho Organic Farm. Para petani ini bertugas mengelola plasma, menanam, merawat dan panen setiap Senin dan Kamis,” ungkap Bendahara Yayasan Bina Sarana Bakti Christiana Citra Nariswari.
Menurut Sekretaris Yayasan Bina Sarana Bakti Apri Larastio, Agatho Organic Farm adalah pionir pertanian organis di Indonesia dan hingga kini konsisten menerapkan pertanian organis.
"Kata organis merujuk pada pertanian yang mempedulikan makhluk hidup lainnya," imbuh Apri.
Lihat Juga :