Banyak Diderita Laki-laki, Pengobatan Inovatif Harapan Pasien Kanker Paru
Senin, 31 Agustus 2020 - 11:18 WIB
loading...
Foto/Yale News
A
A
A
JAKARTA - Data Globocan menunjukkan sekira 30.023 penduduk Indonesia didiagnosa kanker paru . Sementara, 26.095 orang meninggal akibat kanker paru pada tahun 2018. Kanker paru masih menjadi kanker paling mematikan di Indonesia sehingga menempatkan Indonesia pada zona yang serius.
Bahkan, data yang dihimpun oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menjelaskan adanya peningkatan angka kunjungan pasien kanker paru pada pusat rujukan respirasi nasional sebesar hampir 10 kali lipat dibandingkan dengan 15 tahun yang lalu. (Baca: Dokter Yunani Ungkap Rahasia Vaksin Covid-19 Buatan Rusia)
Data yang sama juga menemukan insiden tertinggi untuk kanker paru di Indonesia adalah pada laki-laki. Sementara 11,2% diantaranya adalah perempuan. Dalam #LUNGTalk yang diadakan Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru (IPKP), dr. Erlang Samoedro, Sp.P selaku Sekretaris Umum PDPI mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan prevalensi rokok yang tinggi.
Padahal rokok sangat erat kaitannya dengan kejadian kanker paru. Maka itu untuk menekan prevalensi kanker paru di Indonesia perlu pengendalian dan penurunan prevalensi rokok serta pengendalian polusi udara.
“Saat ini pengobatan kanker paru di Indonesia telah tersedia dalam beberapa pilihan pengobatan seperti operasi, kemoterapi, terapi radiasi, terapi target, dan yang paling terbaru ialah imunoterapi,” terang dr. Erlang.
Bahkan, data yang dihimpun oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menjelaskan adanya peningkatan angka kunjungan pasien kanker paru pada pusat rujukan respirasi nasional sebesar hampir 10 kali lipat dibandingkan dengan 15 tahun yang lalu. (Baca: Dokter Yunani Ungkap Rahasia Vaksin Covid-19 Buatan Rusia)
Data yang sama juga menemukan insiden tertinggi untuk kanker paru di Indonesia adalah pada laki-laki. Sementara 11,2% diantaranya adalah perempuan. Dalam #LUNGTalk yang diadakan Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru (IPKP), dr. Erlang Samoedro, Sp.P selaku Sekretaris Umum PDPI mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan prevalensi rokok yang tinggi.
Padahal rokok sangat erat kaitannya dengan kejadian kanker paru. Maka itu untuk menekan prevalensi kanker paru di Indonesia perlu pengendalian dan penurunan prevalensi rokok serta pengendalian polusi udara.
“Saat ini pengobatan kanker paru di Indonesia telah tersedia dalam beberapa pilihan pengobatan seperti operasi, kemoterapi, terapi radiasi, terapi target, dan yang paling terbaru ialah imunoterapi,” terang dr. Erlang.
Lihat Juga :