Banyak Diderita Laki-laki, Pengobatan Inovatif Harapan Pasien Kanker Paru
Senin, 31 Agustus 2020 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Standar pengobatan kanker di Indonesia sendiri telah maju dan setara dengan standar pengobatan internasional. Khusus di masa pandemi seperti sekarang ini, penanganan pasien kanker dilengkapi dengan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat terutama di rumah sakit. (Baca juga: Pertanyakan BLT, Warga Aceh Utara Luka Parah Dibacok Kepala Desa)
“Kami para ahli medis berharap meskipun kondisi pandemi seperti sekarang ini, pasien tetap mengkomunikasikan penyakitnya dan berkonsultasi kepada kami untuk menentukan jadwal pengobatannya untuk menghindari komplikasi lebih lanjut,” imbuh dr. Erlang.
Perlu diketahui, seluruh terapi kanker paru ini telah ada di Indonesia dengan mengikuti panduan tatalaksana Kanker Paru dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang disesuaikan dengan pedoman internasional. Sehingga, proses diagnostik dan terapi sama dengan standar di seluruh dunia.
Sejak 2016, Indonesia telah mengenal imunoterapi untuk kanker paru, yang cara kerjanya menstimulasi sistem imun tubuh untuk memberikan respons imunitas antituor, sehingga meningkatkan harapan hidup pasien kanker paru stadium stadium lanjut menjadi lebih panjang. Serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
“Sedikit berbeda dengan kemoterapi yang berfungsi untuk membunuh sel kanker, imunoterapi ini meningkatkan respons imunitas antitumor,” sebut dr. Sita Laksmi Andarini, PhD, Sp.P(K) selaku Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PDPI.
“Kami para ahli medis berharap meskipun kondisi pandemi seperti sekarang ini, pasien tetap mengkomunikasikan penyakitnya dan berkonsultasi kepada kami untuk menentukan jadwal pengobatannya untuk menghindari komplikasi lebih lanjut,” imbuh dr. Erlang.
Perlu diketahui, seluruh terapi kanker paru ini telah ada di Indonesia dengan mengikuti panduan tatalaksana Kanker Paru dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang disesuaikan dengan pedoman internasional. Sehingga, proses diagnostik dan terapi sama dengan standar di seluruh dunia.
Sejak 2016, Indonesia telah mengenal imunoterapi untuk kanker paru, yang cara kerjanya menstimulasi sistem imun tubuh untuk memberikan respons imunitas antituor, sehingga meningkatkan harapan hidup pasien kanker paru stadium stadium lanjut menjadi lebih panjang. Serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
“Sedikit berbeda dengan kemoterapi yang berfungsi untuk membunuh sel kanker, imunoterapi ini meningkatkan respons imunitas antitumor,” sebut dr. Sita Laksmi Andarini, PhD, Sp.P(K) selaku Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PDPI.
Lihat Juga :