alexametrics

Viral di Medsos, MD Pictures Gelontorkan Dana Rp15 Miliar untuk Hadirkan KKN di Desa Penari

loading...
Viral di Medsos, MD Pictures Gelontorkan Dana Rp15 Miliar untuk Hadirkan KKN di Desa Penari
Produser dan para pendukung film KKN di Desa Penari berfoto bersama usai merilis teaser dan poster resmi film tersebut di Jakarta, kemarin. Foto/SINDOnews/Thomasmanggalla.
A+ A-
JAKARTA - Rumah produksi MD Pictures merilis trailer serta poster resmi film KKN di Desa Penari yang diadaptasi dari thread twitter dan buku dengan judul yang sama.

Cerita horor berjudul KKN di Desa Penari rupanya menarik perhatian sebagian besar masyarakat Indonesia. Kisah yang diangkat dari akun @simpleman tentang pengalaman menyeramkan mahasiswa yang melakukan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di sebuah desa itu pun menjadi viral di media sosial (medsos).

Bak gayung bersambut, melihat banyaknya peminat cerita KKN di Desa Penari membuat MD Pictures berinisiatif untuk mengangkatnya ke layar lebar. Dengan judul yang sama, MD lantas melakukan syuting film di sebuah hutan di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Rumah produksi ini mengeluarkan dana hingga Rp15 milliar untuk mengambil hak cipta sekaligus mengalihwahanakan novel menjadi sebuah karya layar lebar.



Sang produser Manoj Punjabi mengungkapkan, KKN di Desa Penari merupakan salah satu film horor yang memiliki budget cukup tinggi. Bahkan mengalahkan film drama yang pernah dibuatnya.

"Saya jujur, so far budget produksinya sangat tinggi, sudah melebihi film-film drama besar. Nggak tahu tepatnya berapa, tapi kayaknya hampir di atas Rp15 M," kata Manoj saat perilisan trailer dan poster KKN di Desa Penari di MD Place, Jakarta, Rabu (22/1).

Manoj mengungkapkan, MD Pictures yang menjadi rumah produksi pertama yang mendapat proyek film ini ingin membuat sebuah terobosan baru dalam men-treat film horor menjadi sebuah karya yang berkualitas dan punya value atau pesan yang positif. Produser film kelahiran Jakarta, 7 Desember 1972 itu punya alasan mengapa begitu berani dan yakin untuk memfilmkan KKN di Desa Penari.

"Karena sejak awal kami mendapat rate sale, jadi kejar itu. Banyak perusahaan yang ikut juga, tapi MD yang pertama. Jadi MD belum pernah dapat perhatian dari proyek film yang belum punya cast, belum ada sutradara, dan belum ada penulisnya. Belum apa-apa perhatiannya dari buku itu. Dari konsepnya sangat tinggi," beber Manoj.

Dengan budget yang cukup tinggi, MD Pictures ingin film horor terbarunya itu bisa all out.

Tentu bukan tanpa alasan Manoj mau mengeluarkan uang sangat banyak untuk membuat film horor KKN di Desa Penari. Selain itu, keberanian Manoj untuk all out menggarap film horor ini adalah karena ingin menepis pandangan banyak orang bahwa membuat film horor paling gampang.

"Memang benar nakut-nakutin orang. Ceritanya ngawur pun bisa jadi film horor. Laku nggak laku soal kedua. Bagus enggak bagus itu soal lain. Saya mau bikin film yang benar-benar ekspektasinya tinggi banget. Jadi kalau orang mau ekspektasi tinggi, ya boleh di KKN, enggak akan kecewa. Mudah-mudahan itu harapan saya. Benar-benar production value-nya top. Dan dari sana saya lebih optimistis," urai Manoj.

Film KKN di Desa Penari menampilkan sederet pemain muda bertalenta. Selain ada Calvin Jeremy, film ini juga menghadirkan Adinda Thomas, Tissa Biani, Aghniny Haque, Megantara, Fajar Nugra, Kiki Narendra, dan Dewi Sri.

Tissa Biani yang berperan sebagai Nur mengaku, puas melihat teaser film KKN di Desa Penari. "Apa yang dikerjakan bisa menghasilkan yang terbaik, saya cukup puas. Mudah-mudahan kami bisa memberikan nyawa dan hasil terbaik bagi pembaca novel serta penggemar film KKN di Desa Penari," tutur Tissa.

Disutradarai oleh Awi Suryadi, film KKN di Desa Penari akan tayang di bioskop Indonesia mulai 19 Maret 2020.
(tsa)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak