Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Berkualitas, Ratusan Ribu Anak Putus Sekolah Dapat Akses Imunisasi
Sabtu, 21 Desember 2024 - 06:51 WIB
loading...
A
A
A
“Melalui inisiatif ini, MSD memperkuat komitmen untuk menghadirkan solusi kesehatan yang inklusif dan berdampak positif bagi masyarakat global, termasuk di Indonesia. Kami di MSD Indonesia bangga dapat berkontribusi dalam upaya bersama para pemangku kepentingan, termasuk Jalin Foundation, untuk menjangkau masyarakat yang kurang terlayani dan memastikan akses layanan kesehatan yang setara sebagai bagian dari hak asasi manusia yang
mendasar,” lanjutnya.
Kabupaten Bogor sendiri memiliki 535.395 siswa sekolah dasar, menjadikannya daerah dengan jumlah penerima imunisasi lanjutan tertinggi di Jawa Barat. Namun, sekitar 969 anak usia SD putus sekolah dan belum mendapatkan akses imunisasi.
Program Imunisasi Inklusif Berbasis Sekolah untuk Masyarakat yang Kurang Terlayani 2023 yang diinisiasi Jalin Foundation bersama MSD mencakup tiga fokus area yaitu peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan manfaat imunisasi melalui kampanye media sosial, pelatihan terhadap tenaga kesehatan dan agen perubahan, serta penguatan komunikasi dan koordinasi lintas pemangku kepentingan.
“Jalin melakukan pendekatan terintegrasi yang melibatkan penyedia layanan dan penerima manfaat. Kami membantu Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, dan Dinas Sosial pada kelompok keluarga prasejahtera agar pelaksanaan program lebih efektif. Puskesmas juga aktif memberikan layanan imunisasi di lokasi tempat berkumpulnya anak-anak yang tidak bersekolah, seperti di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Kami pun fokus meningkatkan kesadaran dan mempermudah akses imunisasi bagi anak-anak,” beber Dian Rosdiana, Direktur Eksekutif Jalin Foundation.
Program dari Jalin Foundation ini menunjukkan hasil positif dengan peningkatan capaian imunisasi BIAS sebesar 8,98% di 10 Puskesmas lokus dan menjangkau 3,5 juta pengguna media sosial dalam 5 bulan.
mendasar,” lanjutnya.
Kabupaten Bogor sendiri memiliki 535.395 siswa sekolah dasar, menjadikannya daerah dengan jumlah penerima imunisasi lanjutan tertinggi di Jawa Barat. Namun, sekitar 969 anak usia SD putus sekolah dan belum mendapatkan akses imunisasi.
Program Imunisasi Inklusif Berbasis Sekolah untuk Masyarakat yang Kurang Terlayani 2023 yang diinisiasi Jalin Foundation bersama MSD mencakup tiga fokus area yaitu peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan manfaat imunisasi melalui kampanye media sosial, pelatihan terhadap tenaga kesehatan dan agen perubahan, serta penguatan komunikasi dan koordinasi lintas pemangku kepentingan.
“Jalin melakukan pendekatan terintegrasi yang melibatkan penyedia layanan dan penerima manfaat. Kami membantu Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, dan Dinas Sosial pada kelompok keluarga prasejahtera agar pelaksanaan program lebih efektif. Puskesmas juga aktif memberikan layanan imunisasi di lokasi tempat berkumpulnya anak-anak yang tidak bersekolah, seperti di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Kami pun fokus meningkatkan kesadaran dan mempermudah akses imunisasi bagi anak-anak,” beber Dian Rosdiana, Direktur Eksekutif Jalin Foundation.
Program dari Jalin Foundation ini menunjukkan hasil positif dengan peningkatan capaian imunisasi BIAS sebesar 8,98% di 10 Puskesmas lokus dan menjangkau 3,5 juta pengguna media sosial dalam 5 bulan.
(tdy)
Lihat Juga :