Terungkap, 34 Persen Pelajar SMA di Jakarta Alami Mental Health

Selasa, 24 Desember 2024 - 15:10 WIB
loading...
Terungkap, 34 Persen...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
JAKARTA - Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Health Collaborative Center (HCC) dan Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) bersama Yayasan BUMN melalui inisiatif Mendengar Jiwa Institute mengungkapkan fakta memprihatinkan tentang kesehatan mental remaja di Jakarta.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34% pelajar SMA di Jakarta memiliki indikasi masalah kesehatan mental, dengan 3 dari 10 pelajar kerap menunjukkan perilaku marah dan cenderung berkelahi akibat gangguan mental emosional.

Penelitian ini melibatkan pelajar SMA di Jakarta, dengan tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Peneliti Utama HCC, Bunga Pelangi, SKM, MKM, Direktur Program HCC, dan Prof. Nila F. Moeloek, Direktur Eksekutif FKI.

Menariknya, salah satu temuan penting adalah 10% pelajar SMA merasa rentan terhadap kondisi kesehatan mental mereka. Data ini mencerminkan rendahnya kesadaran diri (self-awareness) remaja terhadap kesehatan mental, meskipun informasi terkait sudah semakin meluas.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi menegaskan, “Data temuan 34% risiko gangguan mental emosional ini merupakan indikasi serius tentang kesehatan jiwa remaja di kota besar seperti Jakarta.

Angka ini dapat dijadikan prevalensi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana hasil skrining ini menggambarkan indikasi gangguan emosional dan mental pelajar SMA di Jakarta.

Temuan ini lebih tinggi dibandingkan data atau hipotesis kajian-kajian sebelumnya. Kondisi ini perlu dianalisis lebih mendalam untuk memahami akar masalahnya,” terangnya,

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa self-awareness remaja terhadap risiko gangguan kesehatan mental masih sangat rendah, meskipun informasi tentang kesehatan mental semakin mudah diakses. Hal ini menjadi tanda awas bagi pihak terkait untuk meningkatkan edukasi dan dukungan di lingkungan sekolah.

Hasil penelitian ini menjadi dasar pengembangan Program Zona Mendengar Jiwa, yang dirancang untuk membangun sistem dukungan (support system), meningkatkan kesadaran, memberikan edukasi, serta menyediakan intervensi berbasis data.

Program ini mengintegrasikan pendekatan ilmiah dan inovasi sosial untuk menciptakan dampak nyata bagi kesehatan mental remaja, terutama di institusi pendidikan.

“Program Zona Mendengar Jiwa bertujuan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental pelajar. Dengan pendekatan berbasis data, kami ingin memastikan bahwa intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berkelanjutan,” ucap Bunga Pelangi, SKM, MKM, selaku Direktur Program HCC.

Sebagai bagian dari program ini, Mendengar Jiwa Institute menjadi pusat penelitian dan pengembangan yang berfokus pada kesehatan mental, khususnya bagi kelompok remaja. Inisiatif ini berkomitmen untuk menghasilkan kajian ilmiah serta mendukung upaya pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan mental generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, peneliti Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) Nila Moeloek menyatakan, pendekatan dengan pelajar harus hati-hati. Dia menilai perlu ada bimbingan bagi remaja.

”Kita harapkan bonus demografi pada 2045 akan dipimpin mereka yang sekarang masih remaja. Untuk itu, jiwa dan raga harus sehat,” ungkapnya.

Penelitian tersebut, lanjut dia, dapat menjadi peringatan agar meningkatkan kualitas anak muda. Dia juga mendorong agar sekolah menjadi zona aman untuk kesehatan jiwa para remaja. Dengan adanya risiko yang akan memengaruhi kesehatan jiwa itu, guru dan sesama pelajar punya kemampuan untuk hal ini. Setidaknya untuk mendengarkan curhat.

“Curhat murid dengan guru selama jam sekolah dapat menurunkan 15 persen kecemasan dan depresi. Lalu, dengan peer discussion penurunannya sampai 50 persen,” ungkapnya.
(tar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HighEnd Magazine Dorong...
HighEnd Magazine Dorong Perempuan Modern Peduli Mental Wellness Lewat HighTea Eksklusif
Hati-Hati! Multitasking...
Hati-Hati! Multitasking Bisa Bikin Otak Lelah dan Kerja Jadi Berantakan
Asuransi Kesehatan Mental...
Asuransi Kesehatan Mental Makin Penting bagi Gen Z, Apa Saja yang Ditanggung BPJS Kesehatan?
5 Cara Meningkatkan...
5 Cara Meningkatkan Kesehatan Mental, Salah Satunya Berbagi dengan Orang Lain
Sandiaga Ingatkan Pentingnya...
Sandiaga Ingatkan Pentingnya Jaga Kesehatan Mental: Depresi seperti Flu
ESQ Ajak Siswa Peduli...
ESQ Ajak Siswa Peduli Kesehatan Mental, Salah Satunya Jadi Pendengar yang Baik
Remaja Diimbau Lakukan...
Remaja Diimbau Lakukan Deteksi Dini Cegah Masalah Kesehatan Mental
Mental Health Unplugged...
Mental Health Unplugged Angkat Pentingnya Dukungan Sekolah dan Keluarga bagi Remaja
Melatih Tenaga Pendidik,...
Melatih Tenaga Pendidik, Mendeteksi Gangguan Kesehatan Mental pada Siswa
Rekomendasi
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Berita Terkini
Tantri Kotak Siap Tempuh...
Tantri Kotak Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Ditipu Miliaran Rupiah
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Willy Winarko Ajak Anak...
Willy Winarko Ajak Anak Muda Berani Melangkah, Kenalkan Sepatu Edisi Khusus Weidenmann Urban
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved