Klaim Elon Musk Tak Akurat tentang Antidepresan, Obat Depresi yang Bikin Heboh Amerika

Rabu, 29 Januari 2025 - 11:40 WIB
loading...
Klaim Elon Musk Tak...
Klaim Elon Musk tentang antidepresan diresepkan secara berlebihan di Amerika Serikat dinilai tidak akurat. Foto/ Instagram
A A A
JAKARTA - Klaim Elon Musk tentang antidepresan "diresepkan secara berlebihan" di Amerika Serikat yang diunggah di X dinilai tidak akurat. Hal ini dibantah Profesor Epidemiologi di Columbia University.

"[Elon Musk] hanya sebagian benar. Faktanya, kita punya masalah dengan resep antidepresan yang berlebihan dan resep yang kurang," kata Profesor Epidemiologi di Columbia University, Irving Medical Center Mark Olfson kepada Newsweek.

Baca Juga: Cinta Rahasia Elon Musk Terungkap di Acara Pelantikan Trump, Penuh Perhatian pada Shivon Zilis

"Beberapa orang dewasa yang diberi resep antidepresan bisa saja diobati secara efektif dengan terapi perilaku kognitif atau psikoterapi berbasis bukti lainnya, tanpa antidepresan, jika tersedia untuk mereka," kata Olfson.

Orang dewasa lainnya, tutur dia, mengonsumsi antidepresan lebih lama dari yang mereka butuhkan. Namun, juga benar bahwa sejumlah besar orang dewasa dengan depresi dan kecemasan yang signifikan bisa mendapat manfaat dari antidepresan, tetapi tidak menerima pengobatan apa pun untuk gejala mereka.

Antidepresan adalah obat yang digunakan untuk menangani depresi. Obat ini bekerja dengan cara menyeimbangkan senyawa kimia alami di dalam otak yang disebut neurotransmiter. Cara kerja ini bisa membantu memperbaiki dan menyeimbangkan suasana hati dan emosi penderita depresi.

Penggunaan Antidepresan di AS Bikin Heboh

Di Amerika Serikat, sekira satu dari delapan orang dewasa mengonsumsi obat antidepresan, kata Olfson. Penggunaan antidepresan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selama periode dua tahun antara April 2018 dan Maret 2020, ada 29,2 juta resep antidepresan di AS. Angka itu meningkat menjadi 32,1 juta antara April 2020 dan 2022.

Peningkatan ini disebabkan oleh tingkat depresi yang lebih tinggi pada populasi AS, dan peningkatan "layanan kesehatan telemental," yang telah meningkatkan kebutuhan akan antidepresan, serta menyediakan akses yang lebih besar kepada obat-obatan tersebut.

"Kemungkinan ada beberapa alasan mengapa AS memimpin dunia dalam hal peresepan antidepresan," Konsultan Psikiater dan Anggota Royal College of Psychiatrists di Inggris, Dr. Paul Keedwell.

"Salah satu penjelasannya adalah pengamatan bahwa AS adalah salah satu budaya yang paling kompetitif dan teratomisasi di dunia, dengan tingkat stres yang tinggi terkait pekerjaan," kata Keedwell.

Penjelasan lainnya adalah AS memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap masalah kesehatan mental dan keterbukaan untuk mencari bantuan.

"Kedua, AS adalah satu dari hanya dua negara di dunia yang mengizinkan antidepresan dipasarkan langsung kepada konsumen, yang mau tidak mau meningkatkan tekanan pada dokter untuk meresepkannya," ujarnya.

"Terakhir, ada kecurigaan bahwa setidaknya beberapa dokter memiliki ambang batas yang rendah untuk meresepkan. Itu berarti bahwa, dalam sistem swasta tempat penyedia layanan saling bersaing, pelanggan dapat mencari-cari hingga seseorang meresepkannya untuk mereka," kata dia lagi.

Masalah lain di AS, kata Keedwell, adalah tidak adanya larangan langsung atas hadiah atau insentif bagi dokter. Meskipun resep antidepresan secara keseluruhan meningkat di AS, masih ada orang yang tidak mendapatkan obat yang dapat membantu mereka mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga: Isyarat Tangan Miliarder Elon Musk dalam Perayaan Pelantikan Trump Viral, Disebut Hormat Nazi

"Kami tahu dari survei rumah tangga bahwa banyak orang dewasa AS dengan depresi berat dan gangguan kecemasan, yang dapat memperoleh manfaat dari perawatan antidepresan tidak menerima obat-obatan ini," kata Olfson.

"Meskipun kemajuan telah dicapai dalam menyediakan perawatan kesehatan mental secara lebih luas, dan hambatan sikap telah mulai berkurang, masih banyak orang dewasa yang tidak menerima perawatan untuk depresi karena hambatan sikap, keuangan, geografis, dan hambatan lainnya."
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
Tak Selalu Karena Usia,...
Tak Selalu Karena Usia, Ini 5 Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda
Kerjaan Menumpuk Bikin...
Kerjaan Menumpuk Bikin Stres? Coba Teknik Box Breathing dari Menkes Budi Gunadi Ini
Ini Alasan Mengapa Pria...
Ini Alasan Mengapa Pria Jarang Bercerita Saat Stres dan Depresi
Menkes Ungkap 10% Anak...
Menkes Ungkap 10% Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Medsos Diduga Jadi Pemicunya
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Rekomendasi
Surat Perpisahan Ronald...
Surat Perpisahan Ronald Koeman Usai Belanda Terusir di Piala Dunia 2026
Mengenal Michael Olise,...
Mengenal Michael Olise, Raja Assist dan Otak Serangan Prancis
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Berita Terkini
Ramzi Geram Putrinya...
Ramzi Geram Putrinya Dituding Jadi Orang Ketiga, Dukung Rizky Billar Tempuh Jalur Hukum
RSCM Apresiasi Donor...
RSCM Apresiasi Donor Darah MNC Peduli, Bantu Penuhi Kebutuhan 100 Kantong Darah per Hari
Jajang C Noer Sebut...
Jajang C Noer Sebut Nadiem Makarim Tak Bersalah, Kritik Vonis 10 Tahun Penjara
Cara Efisien Pengurusan...
Cara Efisien Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis Perusahaan
Usai Dikawal Rieke Diah...
Usai Dikawal Rieke Diah Pitaloka, Kasus Nikita Mirzani Kini Dipantau Komisi Yudisial
Sidang PK Nikita Mirzani,...
Sidang PK Nikita Mirzani, Kuasa Hukum Menangis Minta Kliennya Dihadirkan
Infografis
Elon Musk Mengkritik...
Elon Musk Mengkritik Jet Tempur Siluman F-35 yang Masih Berpilot
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved