7 Ibu Negara Tercantik di Dunia, Pesona dan Kharisma Pendamping Pemimpin Dunia
Kamis, 06 Februari 2025 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Jetsun Pema pertama kali bertemu dengan Raja Jigme Khesar saat masih kecil. Saat berusia tujuh tahun, ia secara polos menyatakan keinginannya untuk menikah dengannya tanpa mengetahui bahwa ia adalah calon raja. Tersentuh oleh kepolosannya, sang raja berjanji bahwa jika mereka masih lajang dan saling mencintai di masa depan, ia akan menikahinya dan janji itu pun menjadi kenyataan.
Sering dibandingkan dengan Kate Middleton, Jetsun Pema dikagumi karena selera busananya yang elegan dan sering mengenakan pakaian tradisional Bhutan. Ia aktif di media sosial, berbagi momen kehidupan kerajaan di Instagram. Ia juga memiliki minat dalam olahraga, terutama bola basket, serta menyukai seni, musik, dan melukis.
![7 Ibu Negara Tercantik di Dunia, Pesona dan Kharisma Pendamping Pemimpin Dunia]()
Foto/NBC News
Melania Trump lahir sebagai Melanija Knavs pada 26 April 1970 di Slovenia, yang saat itu masih bagian dari Yugoslavia. Ia memulai karier modeling pada usia 16 tahun dan bekerja di Milan serta Paris sebelum pindah ke New York City pada 1996. Ia berafiliasi dengan Irene Marie Models dan Trump Model Management, serta tampil di berbagai majalah ternama seperti Harper’s Bazaar, Vanity Fair, dan Vogue.
Melania Trump menjadi Ibu Negara Amerika Serikat pertama kali pada 20 Januari 2017 dan kembali menjabat sejak 2025 sebagai istri Presiden Donald Trump. Ia adalah wanita kelahiran luar negeri kedua yang memegang jabatan ini setelah Louisa Adams serta Ibu Negara pertama yang merupakan imigran naturalisasi. Selama menjabat, ia fokus pada isu-isu yang berdampak pada anak-anak, termasuk kampanye melawan perundungan siber.
Melania menikah dengan Donald Trump pada 2005 dan menjadi warga negara AS pada 2006. Pasangan ini memiliki seorang putra, Barron Trump, yang lahir di tahun yang sama. Melania dikenal karena gaya busananya serta keterlibatannya dalam kegiatan amal, termasuk perannya sebagai Honorary Chairwoman untuk Martha Graham Dance Company dan Goodwill Ambassador oleh Palang Merah Amerika.
Baca Juga: 8 Potret Ibu Negara di Gala Dinner KTT ke-43 ASEAN, Cantik-Cantik Pakai Kain Batik
![7 Ibu Negara Tercantik di Dunia, Pesona dan Kharisma Pendamping Pemimpin Dunia]()
Foto/TV5Monde Afrique
Sylvia Bongo Ondimba, lahir sebagai Sylvia Valentin pada 11 Maret 1963 di Paris, menghabiskan masa kecilnya di Kamerun dan Tunisia sebelum pindah ke Gabon pada 1974. Ia menerima pendidikan akademis dan Kristen di Libreville Immaculate Conception Institution serta memperoleh gelar tingkat lanjut (DESS) dalam manajemen perusahaan di Prancis sebelum kembali ke Gabon.
Ayahnya, Edouard Valentin, adalah seorang pengusaha yang memimpin Omnium Gabonais d'Assurances et de Réassurances (OGAR), sementara ibunya, Evelyne Valentin, menjadi sekretaris Presiden Bongo Ondimba. Sylvia memulai karier di perusahaan real estate Gabon Immobilier, di mana ia menjabat sebagai wakil direktur eksekutif. Pada 1990, di usia 25 tahun, ia mendirikan perusahaan manajemen kekayaannya sendiri, Alliance SA.
Pada 2011, ia mendirikan Yayasan Sylvia Bongo Ondimba, yang berfokus pada membantu kelompok rentan dan kurang mampu, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan aksi sosial. Proyeknya mencakup penyediaan kelambu, kursi roda, dan program bagi janda serta masyarakat pedesaan di Gabon. Sylvia menikah dengan Ali Bongo Ondimba pada 1989 dan menjadi Ibu Negara Gabon pada 16 Oktober 2009 setelah suaminya menjabat sebagai presiden.
Mereka memiliki tiga anak yaitu Noureddin Edouard, Jalil, dan Bilal (diadopsi pada 2002). Malika, anak pertama Ali Bongo, berasal dari hubungan sebelumnya. Pada 30 Agustus 2023, Sylvia kehilangan statusnya sebagai Ibu Negara setelah suaminya digulingkan dalam kudeta militer setelah 14 tahun berkuasa. Pada 23 September 2023, ia didakwa atas tuduhan pencucian uang, dan pada 11 Oktober 2023, ia ditangkap serta dipenjara atas dugaan penggelapan uang publik bersama putranya, Noureddin Bongo Valentin.
Sering dibandingkan dengan Kate Middleton, Jetsun Pema dikagumi karena selera busananya yang elegan dan sering mengenakan pakaian tradisional Bhutan. Ia aktif di media sosial, berbagi momen kehidupan kerajaan di Instagram. Ia juga memiliki minat dalam olahraga, terutama bola basket, serta menyukai seni, musik, dan melukis.
6. Melania Trump - Ibu Negara Amerika

Foto/NBC News
Melania Trump lahir sebagai Melanija Knavs pada 26 April 1970 di Slovenia, yang saat itu masih bagian dari Yugoslavia. Ia memulai karier modeling pada usia 16 tahun dan bekerja di Milan serta Paris sebelum pindah ke New York City pada 1996. Ia berafiliasi dengan Irene Marie Models dan Trump Model Management, serta tampil di berbagai majalah ternama seperti Harper’s Bazaar, Vanity Fair, dan Vogue.
Melania Trump menjadi Ibu Negara Amerika Serikat pertama kali pada 20 Januari 2017 dan kembali menjabat sejak 2025 sebagai istri Presiden Donald Trump. Ia adalah wanita kelahiran luar negeri kedua yang memegang jabatan ini setelah Louisa Adams serta Ibu Negara pertama yang merupakan imigran naturalisasi. Selama menjabat, ia fokus pada isu-isu yang berdampak pada anak-anak, termasuk kampanye melawan perundungan siber.
Melania menikah dengan Donald Trump pada 2005 dan menjadi warga negara AS pada 2006. Pasangan ini memiliki seorang putra, Barron Trump, yang lahir di tahun yang sama. Melania dikenal karena gaya busananya serta keterlibatannya dalam kegiatan amal, termasuk perannya sebagai Honorary Chairwoman untuk Martha Graham Dance Company dan Goodwill Ambassador oleh Palang Merah Amerika.
Baca Juga: 8 Potret Ibu Negara di Gala Dinner KTT ke-43 ASEAN, Cantik-Cantik Pakai Kain Batik
7. Sylvia Bongo Ondimba - Ibu Negara Gabon

Foto/TV5Monde Afrique
Sylvia Bongo Ondimba, lahir sebagai Sylvia Valentin pada 11 Maret 1963 di Paris, menghabiskan masa kecilnya di Kamerun dan Tunisia sebelum pindah ke Gabon pada 1974. Ia menerima pendidikan akademis dan Kristen di Libreville Immaculate Conception Institution serta memperoleh gelar tingkat lanjut (DESS) dalam manajemen perusahaan di Prancis sebelum kembali ke Gabon.
Ayahnya, Edouard Valentin, adalah seorang pengusaha yang memimpin Omnium Gabonais d'Assurances et de Réassurances (OGAR), sementara ibunya, Evelyne Valentin, menjadi sekretaris Presiden Bongo Ondimba. Sylvia memulai karier di perusahaan real estate Gabon Immobilier, di mana ia menjabat sebagai wakil direktur eksekutif. Pada 1990, di usia 25 tahun, ia mendirikan perusahaan manajemen kekayaannya sendiri, Alliance SA.
Pada 2011, ia mendirikan Yayasan Sylvia Bongo Ondimba, yang berfokus pada membantu kelompok rentan dan kurang mampu, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan aksi sosial. Proyeknya mencakup penyediaan kelambu, kursi roda, dan program bagi janda serta masyarakat pedesaan di Gabon. Sylvia menikah dengan Ali Bongo Ondimba pada 1989 dan menjadi Ibu Negara Gabon pada 16 Oktober 2009 setelah suaminya menjabat sebagai presiden.
Mereka memiliki tiga anak yaitu Noureddin Edouard, Jalil, dan Bilal (diadopsi pada 2002). Malika, anak pertama Ali Bongo, berasal dari hubungan sebelumnya. Pada 30 Agustus 2023, Sylvia kehilangan statusnya sebagai Ibu Negara setelah suaminya digulingkan dalam kudeta militer setelah 14 tahun berkuasa. Pada 23 September 2023, ia didakwa atas tuduhan pencucian uang, dan pada 11 Oktober 2023, ia ditangkap serta dipenjara atas dugaan penggelapan uang publik bersama putranya, Noureddin Bongo Valentin.
(dra)
Lihat Juga :