7 Ibu Negara Tercantik di Dunia, Pesona dan Kharisma Pendamping Pemimpin Dunia
Kamis, 06 Februari 2025 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
3. Putri Lalla - Permaisuri Putri Moroko

Foto/Assahifa
Putri Lalla Salma, lahir dengan nama Salma Bennani pada 10 Mei 1978 di Fes, Maroko. Ia kehilangan ibunya pada usia tiga tahun dan dibesarkan oleh nenek dari pihak ibu di Rabat. Ia menempuh pendidikan di Lycee Hassan II, Lycee Moulay Youssef, dan Ecole nationale superieure d'informatique et d'analyse des systemes. Lalla Salma memperoleh gelar teknik dari Ecole Nationale Superieure d’Informatique et d’Analyse de Systemes di Maroko.
Ia fasih berbahasa Arab dan Prancis serta berbicara bahasa Spanyol dan Inggris. Lalla Salma bertemu Raja Mohammed VI pada 1999 dan menikah pada 2002. Pernikahannya bersifat revolusioner karena ia menjadi istri pertama Raja Maroko yang diberikan gelar Putri dan tampil di hadapan publik. Ia mengambil peran sebagai Ibu Negara, menjamu pemimpin asing, dan mendampingi Raja dalam perjalanan luar negeri.
Raja Mohammed VI juga mengumumkan bahwa ia tidak akan mempraktikkan poligami. Pasangan ini memiliki dua anak yaitu Putra Mahkota Moulay Hassan (lahir 2003) dan Putri Lalla Khadija (lahir 2007). Putri Lalla Salma mendirikan Yayasan Lalla Salma untuk memerangi kanker pada 2005 dan menjadi Duta Besar Niat Baik untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia juga aktif dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS di Afrika.
Setelah 16 tahun menikah, pada 2018 dilaporkan bahwa Raja Mohammed VI dan Putri Lalla Salma telah bercerai. Sejak Desember tahun tersebut, ia tidak lagi muncul di hadapan publik.
Baca Juga: 8 Skandal Ibu Negara Amerika, Pelanggaran Keuangan hingga Selingkuh
4. Mehriban Aliyeva – Ibu Negara Azerbaijan

Foto/The Women Leaders Magazine
Mehriban Arif Qizi Aliyeva lahir pada 26 Agustus 1964 di Baku, Azerbaijan, dalam keluarga berpengaruh. Kakeknya adalah penulis Mir Jalal Pashayev, sedangkan ayahnya, Arif Pashayev, adalah Rektor Akademi Penerbangan Nasional di Baku. Ia menyelesaikan pendidikan menengah dengan pujian pada 1981 dan lulus dengan pujian dari Institut Medis Negara Moskow Pertama pada 1988, melanjutkan residensi klinis dalam penyakit mata hingga 1990.
Dari 1990 hingga 1995, ia bekerja di Lembaga Penelitian Penyakit Mata di Moskow dan memperoleh gelar Ph.D. dalam filsafat pada 2005. Pada 1995, ia mendirikan Yayasan Kebudayaan Azerbaijan dan majalah Azerbaijan - Heritage pada 1996 untuk mempromosikan budaya negaranya. Pada 2004, ia mendirikan Yayasan Heydar Aliyev, yang terlibat dalam pembangunan sekolah, rumah sakit, serta proyek restorasi budaya, termasuk di Museum Louvre dan Istana Versailles.
Ia menjadi anggota Dewan Politik Partai Azerbaijan Baru sejak 2004 dan terpilih menjadi anggota parlemen pada 2005. Ia memperjuangkan undang-undang amnesti yang membebaskan lebih dari 30.000 tahanan antara 2007–2016. Pada 21 Februari 2017, ia diangkat sebagai Wakil Presiden Pertama Azerbaijan oleh suaminya, Ilham Aliyev. Aliyeva adalah Duta Besar Muhibah UNESCO dan ISESCO serta menjabat sebagai Presiden Federasi Senam Azerbaijan sejak 2002. Ia juga menjadi anggota Komite Eksekutif Komite Olimpiade Nasional Azerbaijan.
5. Jetsun Pema - Ratu Bhutan

Foto/South China Morning Post
Jetsun Pema lahir pada 4 Juni 1990 di Thimphu, Bhutan, dari pasangan Dhondup Gyaltshen dan Aum Sonam Choki. Ia berasal dari keluarga bangsawan dan merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Jetsun Pema menempuh pendidikan di Regent's College, London, dan lulus dengan gelar Hubungan Internasional serta minor dalam psikologi dan sejarah seni. Ia juga menguasai beberapa bahasa, termasuk Dzongkha, Hindi, dan Inggris.
Jetsun Pema menikah dengan Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck pada 13 Oktober 2011, menjadikannya Druk Gyaltsuen (Ratu Kerajaan Naga) dari Bhutan. Pernikahannya menjadi peristiwa penting dalam sejarah Bhutan. Pasangan kerajaan ini memiliki tiga anak: Jigme Namgyel, Jigme Ugyen, dan Sonam Yangden.
Lihat Juga :