Yayasan Bulir Padi Berikan Solusi bagi Pemuda Marjinal Lewat Program Karakter
Kamis, 27 Februari 2025 - 09:20 WIB
loading...
Yayasan Bulir Padi (YBP) meluncurkan Program Pengembangan Karakter Anak Muda Berkarakter, Anak Muda Berprestasi di RPTRA Manggis, Palmerah, Jakarta. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Bulir Padi (YBP) meluncurkan Program Pengembangan Karakter "Anak Muda Berkarakter, Anak Muda Berprestasi" di RPTRA Manggis, Palmerah, Jakarta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kaum muda marjinal mengenai pentingnya pengembangan karakter dalam menghadapi tantangan sosial sehari-hari, serta memberikan motivasi untuk mengoptimalkan potensi diri. Program ini menyasar lebih dari 100 anak binaan dan alumni YBP yang berusia 13-24 tahun, setara dengan tingkat SMP hingga SMA/SMK.
Hasil riset internal YBP menemukan beberapa permasalahan sosial yang dihadapi kaum muda marjinal, seperti terbatasnya akses terhadap pendidikan berkualitas, kurangnya dukungan sosial positif, serta lingkungan yang tidak mendukung untuk tumbuh kembang pribadi. Dampak dari permasalahan ini antara lain dapat memicu tren perilaku merusak diri sendiri, menurunnya rasa tanggung jawab sosial, serta meningkatnya kekerasan dan ketidakpedulian terhadap etika. Masalah-masalah ini semakin mempertegas pentingnya pembentukan karakter yang kuat pada anak muda Indonesia.
Menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) perlu ada upaya optimalisasi memperkuat karakter anak-anak Indonesia melalui pembiasaan nilai-nilai positif di sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan anak-anak Indonesia yang tumbuh menjadi individu yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing global (Kemdikbud.go.id, Desember 2024).
Ketua Yayasan Bulir Padi Tia Sutresna menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen YBP untuk berkontribusi dalam penguatan karakter anak dan remaja, khususnya dari kalangan marjinal. “Kami berharap program ‘Anak Muda Berkarakter, Anak Muda Berprestasi’ dapat menjadi wadah bagi anak binaan dan alumni untuk mengembangkan nilai-nilai positif yang esensial dalam kehidupan pribadi dan sosial mereka,” ujar Tia.
Lebih lanjut, Tia menambahkan bahwa pengembangan karakter merupakan kunci untuk membekali anak-anak binaan dengan nilai-nilai moral dan etika, serta keterampilan hidup yang memungkinkan mereka untuk berkembang, menghadapi tantangan, dan menjadi individu yang tangguh serta produktif. “Dengan menanamkan nilai-nilai positif, mereka akan membangun kepercayaan diri, meningkatkan kompetensi, serta menciptakan hubungan sosial yang lebih baik, guna meraih masa depan yang lebih cerah,” tambahnya.
Hasil riset internal YBP menemukan beberapa permasalahan sosial yang dihadapi kaum muda marjinal, seperti terbatasnya akses terhadap pendidikan berkualitas, kurangnya dukungan sosial positif, serta lingkungan yang tidak mendukung untuk tumbuh kembang pribadi. Dampak dari permasalahan ini antara lain dapat memicu tren perilaku merusak diri sendiri, menurunnya rasa tanggung jawab sosial, serta meningkatnya kekerasan dan ketidakpedulian terhadap etika. Masalah-masalah ini semakin mempertegas pentingnya pembentukan karakter yang kuat pada anak muda Indonesia.
Menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) perlu ada upaya optimalisasi memperkuat karakter anak-anak Indonesia melalui pembiasaan nilai-nilai positif di sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan anak-anak Indonesia yang tumbuh menjadi individu yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing global (Kemdikbud.go.id, Desember 2024).
Ketua Yayasan Bulir Padi Tia Sutresna menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen YBP untuk berkontribusi dalam penguatan karakter anak dan remaja, khususnya dari kalangan marjinal. “Kami berharap program ‘Anak Muda Berkarakter, Anak Muda Berprestasi’ dapat menjadi wadah bagi anak binaan dan alumni untuk mengembangkan nilai-nilai positif yang esensial dalam kehidupan pribadi dan sosial mereka,” ujar Tia.
Lebih lanjut, Tia menambahkan bahwa pengembangan karakter merupakan kunci untuk membekali anak-anak binaan dengan nilai-nilai moral dan etika, serta keterampilan hidup yang memungkinkan mereka untuk berkembang, menghadapi tantangan, dan menjadi individu yang tangguh serta produktif. “Dengan menanamkan nilai-nilai positif, mereka akan membangun kepercayaan diri, meningkatkan kompetensi, serta menciptakan hubungan sosial yang lebih baik, guna meraih masa depan yang lebih cerah,” tambahnya.
Lihat Juga :