5 Efek Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan, Hati-hati Dehidrasi dan Masalah Pencernaan
Jum'at, 28 Februari 2025 - 22:40 WIB
loading...
A
A
A
Tanpa asupan energi yang cukup dari sahur, otak juga dapat bekerja lebih lambat, yang menyebabkan sulit fokus dan berkurangnya produktivitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Salah satu aspek penting dalam sahur adalah asupan cairan yang cukup untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi selama puasa. Jika seseorang berpuasa tanpa sahur, risiko mengalami dehidrasi akan meningkat, terutama jika cuaca panas atau aktivitas fisik yang dilakukan cukup berat.
Dehidrasi dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti mulut dan tenggorokan kering, sakit kepala, denyut jantung meningkat, penurunan tekanan darah yang bisa menyebabkan pusing, konstipasi atau sembelit akibat kurangnya cairan dalam tubuh.
Tanpa asupan cairan yang cukup dari sahur, ginjal akan bekerja lebih keras untuk menghemat air, yang dapat menyebabkan urine menjadi lebih pekat dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) bagi sebagian orang.
Baca Juga: Ini Bahaya Lewatkan Sahur saat Akan Berpuasa
Melewatkan sahur juga bisa berdampak negatif pada sistem pencernaan, terutama bagi orang yang memiliki masalah seperti asam lambung (GERD) atau maag.
Ketika seseorang tidak makan sahur, perut tetap kosong dalam waktu yang lebih lama, sementara asam lambung terus diproduksi. Akibatnya, seseorang berisiko mengalami rasa perih di lambung, mual, kembung, atau bahkan muntah.
Selain itu, kurangnya asupan serat dari makanan sahur juga bisa menyebabkan sembelit, karena tubuh kekurangan cairan dan serat yang berperan dalam memperlancar pencernaan.
2. Dehidrasi
Salah satu aspek penting dalam sahur adalah asupan cairan yang cukup untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi selama puasa. Jika seseorang berpuasa tanpa sahur, risiko mengalami dehidrasi akan meningkat, terutama jika cuaca panas atau aktivitas fisik yang dilakukan cukup berat.
Dehidrasi dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti mulut dan tenggorokan kering, sakit kepala, denyut jantung meningkat, penurunan tekanan darah yang bisa menyebabkan pusing, konstipasi atau sembelit akibat kurangnya cairan dalam tubuh.
Tanpa asupan cairan yang cukup dari sahur, ginjal akan bekerja lebih keras untuk menghemat air, yang dapat menyebabkan urine menjadi lebih pekat dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) bagi sebagian orang.
Baca Juga: Ini Bahaya Lewatkan Sahur saat Akan Berpuasa
3. Gangguan Sistem Pencernaan
Melewatkan sahur juga bisa berdampak negatif pada sistem pencernaan, terutama bagi orang yang memiliki masalah seperti asam lambung (GERD) atau maag.
Ketika seseorang tidak makan sahur, perut tetap kosong dalam waktu yang lebih lama, sementara asam lambung terus diproduksi. Akibatnya, seseorang berisiko mengalami rasa perih di lambung, mual, kembung, atau bahkan muntah.
Selain itu, kurangnya asupan serat dari makanan sahur juga bisa menyebabkan sembelit, karena tubuh kekurangan cairan dan serat yang berperan dalam memperlancar pencernaan.
Lihat Juga :