Disebut Ahmad Dhani Nyolong Lagu Dewa 19, Judika Tegaskan Bukan Maling
loading...
A
A
A
Suami Duma Riris ini juga menegaskan bahwa keputusannya untuk berhenti sementara membawakan lagu-lagu ciptaan pencipta yang sedang memperjuangkan skema direct license merupakan bentuk tanggung jawab dan upaya untuk menghindari konflik hukum maupun etika, sembari menunggu kejelasan dari regulasi yang berlaku.
"Sebelum semuanya jelas dan berkekuatan hukum, aku memang sementara tidak menyanyikan lagu-lagu pencipta yang memperjuangkan direct license," jelasnya.
Sebagai pencipta lagu, pria 46 tahun itu lebih memilih untuk mempercayakan pengelolaan hak cipta kepada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), yang merupakan institusi resmi bentukan pemerintah. Baginya sistem tersebut, jika dikelola dengan transparan dan akuntabel bisa menjadi solusi kolektif demi keadilan dan efisiensi dalam distribusi royalti kepada seluruh pencipta.
Lebih lanjut, pemilik nama asli Judika Nalom Abadi Sihotang ini juga menyampaikan harapannya agar LMK dan LMKN bisa terus meningkatkan kualitas layanan, memperbaiki sistem pendataan serta pengumpulan hak atas pertunjukan (performing rights), tidak hanya dalam event off air, tetapi juga secara lebih luas di berbagai tempat publik komersial seperti tempat karaoke, restoran, hotel, hingga pusat perbelanjaan.
Hal ini dianggapnya penting agar para pencipta lagu bisa benar-benar mendapatkan haknya secara proporsional dan tepat sasaran. "Kedua: Aku juga pencipta lagu. Jadi tau persis yang diperjuangkan adalah Hak hak pencipta supaya sampai ke orangnya. Hanya saja aku berjuang dengan cara yang berbeda. Memberikan hak pemungutan ke LMKN selaku lembaga yang dibentuk pemerintah," ujarnya.
"Dan menuntut LMK-LMKN bisa bekerja lebih baik, transparan, accountable, dan memiliki sistem dan alat yang mumpuni untuk mendata mengcollect dan mendistribusikan performing rights, bukan cuma event off air, tetapi juga di publik komersial seperti (karaoke, restoran/cafe, hotel, mall dll)," tambahnya.
Di akhir pernyataannya, pelantun Aku Yang Tersakiti itu juga mengungkapkan bahwa selain fokus pada urusan musik dan hak cipta, saat ini ia tengah mengalihkan energi dan perhatiannya untuk mendukung perjuangan Timnas Indonesia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2025 zona Asia melawan Bahrain pada 25 Maret mendatang.
"Alasan ketiga. Nah Ini nggak kalah penting. Lagi siapin energi yang banyak untuk mendukung Indonesia menang Lawan Bahrain tanggal 25 Maret Nanti!! Semangat Timnas Garudaku! Aku selalu mendukungmu!! Beban berat tapi tetap optimis Indonesia Bisa!!!" pungkasnya.
Lihat Juga :